Breaking News:

Jangan Direbahkan, Pramugari Ini Ungkap Alasan Kenapa Kursi Pesawat Harus Selalu Tegak

Seorang pramugari mengungkapkan alasan kenapa kursi pesawat harus dibiarkan tegak dan tidak boleh direbahkan.

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Abdul Haerah HR
pexels/Skitterphoto
Ilustrasi kursi pesawat. Ada alasan tiap kali pesawat mau terbang ataupun mendarat, posisi kursi penumpang harus selalu dan keadaan tegak lurus, namun ternyata posisi tegak kursi sebaiknya selama penerbangan berlangsung. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Berada dalam penerbangan jarak jauh kerap kali dimanfaatkan penumpang untuk istirahat atau tidur sebelum pesawat tiba di tempat tujuan.

Untuk mendapatkan posisi nyaman ketika tidur di pesawat, sebagian penumpang memilih merebahkan kursinya agar lebih mudah terlelap saat berbaring.

Namun, seorang pramugari menyarankan agar tidak melakukan hal demikian.

Pramugari yang tidak menyebutkan namanya ini mengungkapkan alasan kursi pesawat tetap dibiarkan tegak.

Menurut yang diwartakan dalam express.co.uk, Senin (24/8/2020), alasan tersebut tidak jauh dari masalah keamanan penumpang selama penerbangan..

Ilustrasi kursi pesawat
Ilustrasi kursi pesawat (Flickr/ Hunter Desportes)

Federal Aviation Administration (FAA) menetapkan sebuah aturan kursi pesawat dibiarkan selalu tegak karena dua alasan.

Seorang Mantan Pramugari Tunjukkan Barang yang Sebaiknya Tidak Disentuh saat di Pesawat

Pertama, memudahkan evakuasi pesawat jika terjadi keadaan darurat jika kursinya tegak.

Memang bukan rahasia lagi kalau kabin pesawat memiliki ruang kaki sempit di bagian tempat duduk.

Alasan kedua adalah kursi yang tegak dapat membantu membatasi cedera di pesawat ketika sedang dalam keadaan darurat.

Aturan ini berlaku untuk tirai jendela dan sandaran tangan.

Namun peraturan tersebut hanya berlaku selama pesawat lepas landas dan mendarat saja karena kedua momen itu termasuk momen penting ketika penerbangan.

Ilustrasi jendela pesawat
Ilustrasi jendela pesawat (pexels.com/ Janiere Fernandez)

Membiarkan kursi pesawat tetap tegak saat lepas landas dan mendarat juga mampu mengurangi risiko wajah atau tubuh penumpang menabrak sandaran kursi di depannya.

Bahkan banyak yang menyarankan untuk menjaga kursi pesawat tetap tegak selama penerbangan dan membawa bantak serta selimut agar tidur lebih nyaman.

Alasannya karena turbulensi dapat menyebabkan penumpang bergerak di sekitar kursi, lalu ketika kursi direbahkan bisa menimbulkan kemungkinan kepala penumpang terbentur.

Risiko selain cedera kepala, jika kursi disandarkan tentu mengganggu penumpang di belakangnya.

Hal tersebut bisa membatasi ruang gerak kaki penumpang di belakangnya, serta membatasi jarak pandang dari televisi dalam penerbangan jarak jauh.

TONTON JUGA:

Seorang pramugari mengungkapkan dalam forum Reddit, "Ruang kaki pesawat sangat terbatas dan tidak ada yang mau duduk dengan kursi yang bersandar penuh di dekat wajah penumpang lain selama penerbangan".

"Menjaganya (kursi tegak) akan membuat penerbangan lebih menyenangkan bagi semua penumpang," lanjutnya.

"Cukup bawa bantal atau selimut untuk diletakkan di belakang kepala atau cari tempat duduk dekat jendela," tuturnya.

Pramugari Ungkap Bahaya Tidak Menegakkan Sandaran Kursi saat Lepas Landas dan Mendarat

Pramugari Ungkap 10 Perilaku Tergila Penumpang di Pesawat: Telanjang hingga Simpan Mayat dalam Tas

Pramugari Beberkan Arti Dentingan yang Terdengar Setelah Pesawat Take Off dan Landing

Pramugari Beberkan Alasan Kenapa Penumpang Harus Kenakan Sabuk Pengaman Setiap Saat

Ini Perilaku Penumpang Pesawat yang Paling Menjengkelkan Menurut Pramugari

(TribunTravel.com/Nurul Intaniar)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved