Breaking News:

Makna Lomba Makan Kerupuk saat Perayaan 17 Agustus

Lomba makan kerupuk menjadi tradisi yang wajib diselenggarakan saat memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

Dok. Indonesian Street Festival
Lomba makan kerupuk di Indonesian Street Festival, tanggal 26 Agustus di Manhattan, New York, Amerika Serikat. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Teriakan pendukung berkumandang saat melihat kawan atau peserta lomba 17-an sedang balapan menghabiskan kerupuk.

Lomba makan kerupuk menjadi tradisi yang wajib diselenggarakan saat memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

Pemandangan kerupuk yang digantung sudah tak asing lagi saat 17 Agustus tiba.

Orang-orang dengan tangan di bawah dan berusaha menghabiskan kerupuk yang sudah tergantung, siapa yang menghabiskan paling cepat dialah pemenangnya.

Rupanya bukan sekadar untuk bersenang-senang, lomba makan kerupuk menyimpan sejarah dan filosofi tersendiri.

Sejarah lomba makan kerupuk dijabarkan oleh sejarawan dan penulis buku Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia, Fadly Rahman.

Kerupuk putih
Kerupuk putih (wikimedia.org)

Rayakan kemerdekaan Indonesia dengan sederhana

“Seiring dengan kemerdekaan Indonesia, banyak perlombaan-perlombaan yang diadakan saat masa tahun 1950-an,” ujar sejarawan sekaligus sekaligus dosen Departemen Sejarah Universitas Padjajaran itu kepada Kompas.com, Kamis (6/8/2020).

Pada masa tersebut kondisi politik dan keamanan negara sudah mulai kondusif, karena pada 1945 hingga 1950-an masih banyak peperangan yang mengharuskan rakyat Indonesia mempertahankan kemerdekaannya.

Sehingga masyarakat tidak sempat merayakan kemerdekaan Indonesia dengan beraneka macam perlombaan dan perayaan meriah.

Namun pada 1950-an mulai bermunculan lomba untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.
Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved