Breaking News:

1 Muharram 2020

Sejarah Masjid Agung Karawang, Masjid Tertua di Pulau Jawa

Sejarah pembangunan Masjid Agung Karawang yang disebut sebagai masjid tertua di Pulau Jawa.

Instagram/ @heybar.id
Masjid Agung Karawang, masjid tertua di Pulau Jawa 

TRIBUNTRAVEL.COM - Masjid Agung Karawang disebut-sebut sebagai masjid paling tua di Pulau Jawa.

Lokasi masjid tepat berada di Alun-alun Barat Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Jawa Barat.

Masjid Agung Karawang memiliki sejarah yang cukup panjang.

Pembangunan masjid ini tak lepas dari sosok Syeh Quro, ialah penyebar agama Islam pertama di Karawang.

3 Masjid untuk Wisata Religi di Semarang, Ada Masjid Bahtera Nabi Nuh yang Unik

Dikutip TribunTravel dari laman Kompas.com, Minggu (9/8/2020), Masjid Agung Karawang didirikan pada tahun 1418 masehi oleh Syekh Hasunudin bin Yusuf Sidik atau dikenal dengan Syeh Quro.

“Masjid ini lebih tua dibandingkan dengan Masjid Agung Cirebon (1475 masehi) dan Masjid Agung Demak (1479),” ungkap Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Karawang, Acep Djamhuri.

Syekh Quro, kata Acep, tiba bersama rombongan sahabatnya, di antaranya adalah Syekh Abdurahman dan Syekh Maulana Darugem atau Syekh Gentong.

Para ulama tersebut datang menggunakan perahu dagang melalui Sungai Citarum dan berhenti di pertemuan Sungai Cibeet dan Citarum, yang merupakan pelabuhan Sundapura atau saat ini dikenal dengan Tanjungpura.

"Dahulu, Sungai Citarum bisa dilewati kapal-kapal besar. Penjelajah Portugis menyebut Karawang ini sebagai karavan karena antrean kapal-kapal besar. Syekh Quro berhenti di sana dan kemudian tidak jauh dari pelabuhan mendirikan Masjid Agung dan pesantren,” terangnya.

Saat dibangun masjid ini hanya berukuran 9x9 meter, dan hingga saat ini sudah mengalami beberapa kali perombakan.

Bentuk awalnya, menurut Acep, memiliki kesamaan dengan Masjid Agung Cirebon dan Demak, yakni pada bangunan joglo bertiang utama (saka guru) empat dan bentuk atap limas bersusun tiga undak.

Dia menjelaskan, masjid ini pernah mengalami perombakan sebanyak tiga kali, di antaranya adalah pada zaman Bupati Adipati Singaperbangsa, Raden Mangku Tohir Mangkudijoyo, kemudian dibenahi kembali pada zaman Bupati Sumarno Suradi atas persetujuan para ulama dengan luas 2.230 meter.

“Insya Allah pada pemerintahan Bupati Cellica akan benahi ke depan, termasuk kompleks pemakamannya. Sehingga, nanti orang yang berdoa yang berziarah juga lebih representatif," tandasnya.

4 Masjid Tertua di Indonesia, dari Masjid Saka Tunggal di Banyumas hingga Masjid Wapauwe di Maluku

Sejarah Pembangunan Masjid Istiqlal, Butuh Waktu Lebih dari 16 Tahun Sebelum Diresmikan

Sejarah Masjid Al Bidya, Masjid Tertua di Uni Emirat Arab yang Ada Sejak 1440-an

Masjid Muhammad Al-Amin, Landmark Kota Beirut Lebanon yang Mirip Hagia Sophia

Sejarah Masjid Al Aqsa di Palestina, Tempat Suci Bagi Pemeluk Agama Islam, Kristen, dan Yahudi

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)

Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved