Breaking News:

7 Fakta Unik Gunung Everest, dari Ritual Sebelum Mendaki hingga Masalah Sampah

Pendakian ke Gunung Everest akan dibuka kembali untuk musim pendakian musim gugur mendatang.

Foto oleh Christopher Burns di Unsplash
Pendaki hendak mendaki Gunung Everest 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pendakian ke Gunung Everest akan dibuka kembali untuk musim pendakian musim gugur mendatang.

Kendati saat ini wisatawan masih belum bisa berkunjung ke sana, tidak ada salahnya untuk mulai mempersiapkan peralatan mendaki dan mengurus izin pendakian.

Selain itu, ada baiknya wisatawan mengetahui beberapa fakta menarik seputar Gunung Everest agar pengalaman mendaki gunung tertinggi di dunia semakin berkesan.

Berikut daftar tujuh fakta menarik Gunung Everest yang telah Kompas.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (3/8/2020).

TONTON JUGA

1. Masih bisa bertambah tinggi

Everest
Everest (Gambar oleh Eknbg dari Pixabay )

Gunung Everest berdiri dengan megah setinggi 8.850 meter di atas permukaan laut (mdpl), atau 29.035 kaki.

Hal ini membuatnya dinobatkan sebagai gunung tertinggi di dunia.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa Gunung Everest sudah ada sejak 50–60 juta tahun lalu.

Usia tersebut sama seperti usia seorang anak muda dalam standar geologi.

Gunung Everest terbentuk oleh kekuatan yang dihasilkan saat lempeng tektonik India dan Eurasia bertabrakan.

Hal tersebut mendorong bebatuan yang membentuk gunung tersebut.

Hingga saat ini, kekuatan tersebut masih bekerja mendorong puncak Everest sekitar seperempat inci lebih tinggi setiap tahunnya.

2. Oksigen tipis

Gunung Everest
Gunung Everest (Gambar oleh Simon Steinberger dari Pixabay )

Di ketinggiannya, Gunung Everest memiliki oksigen yang tipis.

Para ilmuwan telah menentukan bahwa tubuh manusia tidak mampu bertahan melewati batas saat sudah mencapai ketinggian di atas 19.000 kaki.

Saat pendaki bergerak lebih tinggi, asupan oksigen mereka berkurang.

Kemungkinan terkena radang dingin (frostbite) pun meningkat.

Guna meminimalisir hal tersebut, sebagian besar pendaki memakai tabung oksigen meski berat untuk dibawa.

Jika sudah sampai puncak, wisatawan diharap tidak membuang sampah tabung oksigen sembarangan.

3. Punya 17 rute pendakian berbeda

Pendakian gunung Everest
Pendakian gunung Everest (Gambar oleh David Mark dari Pixabay )
Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved