Breaking News:

29 Kawasan Wisata Alam yang Siap Dibuka, Ada Kepulauan Seribu hingga Gunung Rinjani

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuka kawasan untuk ekowisata bagi masyarakat secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan

unsplash.com/@verstuyftj
Gunung Rinjani, Lombok, NTB 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuka kawasan untuk ekowisata bagi masyarakat secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan.

Terdapat 29 Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA), dan Suaka Margasatwa (SM) yang sudah dapat dibuka secara terbatas, berada pada zona hijau dan kuning Covid-19.

Melalui rilis yang diterima Kompas.com, Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar mengatakan, pembukaan tersebut dilakukan atas pertimbangan antara lain adanya kebutuhan untuk masyarakat dapat menghirup udara segar secara langsung di alam yang tenang dan nyaman.

"Satgas Covid-19 pusat pada Senin 22 Juni telah mengumumkan dapat dimulainya aktivitas wisata secara bertahap dengan protokol Covid yang ketat. Untuk itu pada tahap pertama dapat dibuka kunjungan wisata alam terbatas, dan dengan menerapkan protokol Covid-19 yang sangat ketat," kata Siti dalam keterangannya, Kamis (25/6/2020).

Penetapan pembukaan kawasan wisata di TN, TWA, maupun SM tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri LHK Nomor SK.261/MENLHK/KSDAE/KSA.0/6/2020 tanggal 23 Juni 2020 tentang Kebijakan Reaktivasi Secara Bertahap di Kawasan TN, TWA, dan SM dalam Kondisi Transisi Akhir Covid-19.

"Kebijakan aktivasi merupakan langkah untuk boosting kegiatan pemulihan ekosistem dan ekowisata berkelanjutan atau sustainable eco-tourism," ujarnya.

7 Tempat Wisata Alam di Gresik, Ada Pantai Mombhul hingga Bukit Jamur

Sementara itu, unit pelaksana teknis (UPT) KLHK dan Pemerintah Daerah (Pemda) telah melakukan berbagai persiapan di tingkat tapak guna memastikan tidak terjadinya penyebaran Covid-19 dengan kunjungan wisata tersebut.

Adapun langkah-langkah yang dipersiapkan dan harus dilakukan telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Dirjen KSDAE Nomor SE.9/KSDAE/PJLHK/KSA.3/6/2020 tanggal 23 Juni 2020 tentang Arahan Pelaksanaan Reaktivasi Bertahap di Kawasan TN, TWA, dan SM untuk Kunjungan Wisata Alam pada Masa New Normal Pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal KSDAE KLHK, Wiratno mengatakan, dibutuhkan koordinasi dan konsultasi intensif pelaksana lapangan dengan Posko Tanggap Darurat Covid-19 di wilayah masing-masing untuk memastikan perkembangan status di daerah setempat.

"Langkah ini harus dan perlu dilakukan karena dibuka atau tidaknya TN/TWA/SM untuk kunjungan wisata adalah mendasarkan pada rekomendasi dari Satgas Covid-19 setempat dan rekomendasi atau arahan Gubernur atau Walikota/Bupati," tegasnya.

Ia juga menjelaskan, Kepala TN/TWA/SM juga telah melakukan kerjasama dengan instansi kesehatan setempat seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik Kesehatan, dan dokter untuk merencanakan penerapan protokol kesehatan di lokasi kunjungan wisata alam.

Tak hanya itu, instansi kesehatan juga bekerja sama dengan instansi terkait setempat seperti Pemda sampai tingkat kecamatan dan desa, BPBD, PVMBG, Kepolisian, TNI, Basarnas, dan PMI dalam rencana pelatihan bencana dan tanggap darurat.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pelaksanaan pembukaan atau launching disesuaikan dengan tata waktu yang telah disusun oleh masing-masing pengelola TN,TWA, dan SM yang diproyeksikan untuk tahap pertama, dimulai dari pertengahan Juni sampai pertengahan Juli.

"Kongkrit pelaksanaan pembukaan harus secara teknis mengikuti perkembangan dinamika Covid-19," tegasnya.

Pengelola 29 TN, TWA, SM yang telah diperbolehkan menerima kunjungan wisata alam telah menyusun protokol kunjungan sesuai protokol Covid-19.

Adapun protokol tersebut di antaranya memuat pembatasan jumlah pengunjung yaitu hanya 10-30 persen dari daya dukung daya tampung atau dari rerata pengunjung tahun lalu.

Kemudian, secara bertahap dapat ditingkatkan sampai maksimal 50 persen sesuai hasil evaluasi.

Tujuan evaluasi tersebut, kata dia, untuk keputusan melanjutkan membuka kunjungan atau menutup kembali apabila terjadi kasus penularan.

Rincian protokol secara lengkap disesuaikan kondisi masing-masing TN,TWA, dan SM memuat arahan-arahan seperti jaga jarak, penggunaan masker, hand sanitizer, pemeriksaan suhu tubuh, surat sehat, dan asuransi.

Kemudian, untuk sementara khusus pendakian hanya diperbolehkan berkegiatan satu hari atau one day trip.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved