Biar Tetap Nyaman, Ini Aturan Pakai Masker saat Cuaca Panas yang Harus Diketahui

Dr. Teresa Murray Amato berbicara tentang bagaimana masker wajah dan musim panas tidak cocok.

Times of India
Ilustrasi 

TRIBUNTRAVEL.COM - Beberapa negara kembali dibuka setelah lockdown dan sebagian lain mulai melonggarkan karantina akibat pandemi Covid-19.

Namun, risiko terinfeksi virus corona tentu akan lebih besar ketika kita mulai kembali beraktivitas di luar rumah.

Yang menjadi masalah lain adalah, saat ini sudah memasuki musim panas, sehingga sebagian orang mungkin merasa tak nyaman menggunakan masker setiap saat.

Baru-baru ini, Dr. Teresa Murray Amato berbicara tentang bagaimana masker wajah dan musim panas tidak cocok.

Taman Safari Prigen Buka Kembali, Wisatawan Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Namun, dia mengatakan, bahwa kita harus tetap memakai masker wajah meski cuaca panas, agar tidak menyebarkan penyakit.

Masker
Masker (inquirer.com)

"Meskipun kita tahu itu akan sedikit tidak nyaman, saya benar-benar berpikir manfaatnya lebih besar disbanding dengan rasa ketidaknyamanan yang membuat wajah terasa lebih gerah saat memakai masker," kata Amato.

Laporan sebelumnya menunjukkan, bahwa para ilmuwan berharap cuaca panas di musim panas dapat membantu menahan penyebaran virus.

Penyakit flu biasanya mati ketika bulan-bulan musim panas tiba, sehingga mereka berharap bahwa iklim yang lebih hangat dapat memberikan bantuan untuk menghentikan pandemi.

Namun, para ahli sekarang mengatakan bahwa, bahkan ketika panas yang lembap mulai datang, virus corona ternyata masih terus menyebar.

Oleh karena itu, mengikuti rekomendasi untuk menjaga jarak sosial dan memakai alat pelindung diri masih diperlukan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved