Kaki Anak Singa Ini Sengaja Dipatahkan Agar Mudah Diajak Foto Bareng Turis

Anak singa yang diberi nama Simba ini menderita patah kaki yang dilakukan secara sengaja.

Dok. karendallakyan via dailymail.co.uk
Kaki Simba sengaja dipatahkan agar bisa diajak foto bareng turis, Senin (15/6/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Beberapa orang yang datang ke kebun binatang memang memiliki keinginan untuk foto bersama satwa.

Biasanya ada sejumlah satwa yang bisa diajak foto sesuai dengan izin dan panduan dari pawang.

Tapi hal berbeda terjadi oleh seekor anak singa yang bernasib malang.

Anak singa yang diberi nama Simba ini menderita patah kaki yang dilakukan secara sengaja.

Kaki belakang Simba sengaja dipatahkan agar bisa diajak foto bersama turis dengan tenang dan tidak berontak.

Diwartakan dalam metro.co.uk pada Kamis (11/6/2020), Simba masih berusia beberapa minggu ketika ia dipisahkan dari induknya untuk bisa diajak foto bersama turis.

Penyu Sisik Langka Bertelur di Sebuah Pulau Thailand saat Tak Ramai Turis

Atas tindak kejam dari oknum tidak bertanggungjawab, Presiden Rusia, Vladimir Putin secara pribadi menurunkan perintah untuk melakukan penyelidikan kriminal atas kekejaman yang menimpa Simba.

Setelah menjadi korban eksploitasi pada musim panas lalu, kaki belakang Simba dipatahkan untuk mencegah agar dia tidak bisa melarikan diri saat tumbuh besar nanti.

Kesehatan Simba kian memburuk sejak ia sering disiksa dan dipukuli oleh pemiliknya.

Simba juga menderita cedera tulang belakang yang membuatnya hampir kehilangan nyawa.

Dirasa tak memiliki umur panjang, sang pemilik membuang Simba begitu saja di gudang yang kotor dan dingin wilayah Rusia Dagestan.

Dilaporkan dalam dailymail.co.uk pada Rabu (10/6/2020) tim penyelamat berhasil menemukan anak singa malang itu dengan kaki patah di beberapa sudut yang terdistorsi dan tertutup tanah.

TONTON JUGA:

Tim penyelamat menemukan Simba dalam keadaan kritis dan kelaparan bahkan hampir susah bergerak.

Simba terlihat kurus karena kelaparan, dan tampak kesusahan saat ingin menjilat tubuhnya untuk membersihkan diri.

"Dia tidak diberi makan (jadi kondisinya kelaparan)," kata Yulia Ageeva, pemimpin tim penyelamat.

Begitu ditemukan, Simba langsung dibawa ke dokter hewan Karen Dallakyan untuk mendapatkan perawatan.

"Fotografer itu begitu jahat sampai mematahkan tulangnya seperti ini sampai hewan ini tidak bisa melarikan diri dan biar selalu tenang untuk diajak foto," lanjut Yulia.

Setelah melakukan operasi dan serangkaian pengobatan, Simba kini dapat berjalan kembali meskipun pada akhirnya ia harus menderita cacat permanen.

Atas kelakuan buruk tersebut, Simba menderita luka tekan lain seperti penyumbatan usus hingga atrofi otot-otot tungkai belakang.

Kremlin berjanji untuk mendapatkan penegakan hukum untuk tindak lanjut terkait penyiksaan Simba ini.

NTT Buka Kunjungan Turis Mulai 15 Juni 2020, Ini 7 Tempat Wisata Populer di Pulau Sumba

New Normal, Turis Bisa Kunjungi NTT Mulai 15 Juni

Turis Ungkap Pengalaman ke Korea Utara, Dilarang Naik ke Lantai 5 Hotel hingga Merasa Selalu Diawasi

Aturan Baru, Turis yang Kunjungi Pangandaran Harus Menunjukkan Hasil Rapid Test

6 Negara Ini Tawarkan Insentif Buat Turis, Gratis Menginap hingga Test Covid-19

(TribunTravel.com/Nurul Intaniar)

Ikuti kami di
Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved