Breaking News:

Fakta Unik Lukla Airport, Bandara Tertinggi di Dunia dengan Landasan Pacu Ekstrem

Landasan pacu bandara ini sangat pendek dan miring sehingga bandara ini ditetapkan sebagai Bandara paling ekstrim di dunia versi History Channel.

www.instagram.com/mrtomreader/
Lukla Airport, bandara paling ekstrim dan berbahaya di dunia 

TRIBUNTRAVEL.COM - Bandar Udara Lukla disebut juga Bandara Tenzing-Hillary adalah bandara paling berbahaya di dunia.

Bandara Lukla diberi nama Bandara Tenzing-Hillary untuk menghormati orang pertama yang mencapai puncak tertinggi Mount Everest di Pegunungan Himalaya.

Bandara ini berada di kota Lukla, di distrik Solukhumbu, Nepal Timur.

Bandara Lukla semakin populer karena menjadi titik awal pendaki yang ingin naik ke puncak Gunung Everest.

Mengapa Bandara Lukla dapat gelar bandara paling mengerikan di dunia?

Bandara Lukla dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi.

Oksigen di daerah ini juga sangat minim dan juga suhu udara yang berubah-ubah.

Tidak hanya itu, landasan pacu bandara ini sangat pendek dan miring sehingga bandara ini ditetapkan sebagai Bandara paling ekstrim di dunia versi History Channel.

Kondisi cuaca di Bandara Lukla juga sangat ekstrim, angin kencang, awan yang menutupi dan juga jarak pandang yang sering berubah-ubah sehingga kadang banyak penerbangan yang ditunda.

Bandara ini dilindungi dengan pagar rangkaian rantau dan dijaga oleh polisi bersenjata Nepal sepanjang waktu.

Bandara Lukla juga terkenal dengan bandara terpendek dan tertinggi di dunia, terletak di ketinggian 2.700 mdpl dengan panjang landarasan 450 meter dengan lebar 20 meter.

Tidak hanya itu, yang lebih mengejutkan adalah bandara ini tidak dilengkapi dengan alat bantu pendaratan yang bernama Aerodrome Flight Information Service (AFIS).

AFIS digunakan untuk membantu pilot dalam melakukan pendaratan dan penerbangan.

Sehingga pilot yang akan mendarat atau lepas landas melalui bandara ini tidak boleh sedikit pun melakukan kesalahan.

Oleh karena itu pilot dan co pilot di sini harus bisa melakukan perhitungan yang tepat, apabila bisa salah perhitungan bisa-bisa pesawat ini terperosok ke dalam jurang.

Meskipun bandara ini berada di tempat yang ekstrem, tetapi bandara ini digunakan para pendaki untuk menaklukkan puncak Everest yang menantang.

 

Hadapi New Normal, Lift di Terminal 2 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta Gunakan Tombol Kaki

Wisatawan Tak Perlu Karantina 14 Hari, Sebagai Gantinya Akan Ada Rapid Test 20 Menit di Bandara

Persiapan Normal Baru, Bandara Soekarno-Hatta Pasang Pembatas Acrylic dan Modifikasi Lift

PSBB Tahap III, Penghentian Layanan Skytrain Bandara Soetta Diperpanjang Hingga 14 Juni 2020

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

 
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved