Idul Fitri 2020

4 Tradisi Belanja Jelang Lebaran di Sejumlah Daerah di Indonesia

Belanja rupanya menjadi satu tradisi yang dilakukan beberapa daerah di Indonesia menjelang Lebaran.

Tribun Manado/Don Papuling
Kotamobagu, Sulawesi Utara. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Menyambut Lebaran banyak tradisi yang dilakukan masyarakat di Indonesia.

Mulai dari mudik Lebaran, membuat camilan kue kering, upacara adat atau bahkan tradisi belanja.

Belanja rupanya menjadi satu tradisi yang dilakukan beberapa daerah di Indonesia menjelang Lebaran.

Mulai dari Aceh hingga masyarakat Sulawesi Utara memiliki tradisi belanja menjelang Lebaran.

Cara Mudah Masak Ketupat Anti Gagal dan Tahan Lebih Lama

Dirangkum TribunTravel, berikut empat daerah di Indonesia yang punya tradisi belanja untuk menyambut Lebaran:

1. Aceh

Aktivitas masyarakat Aceh saat belanja daging sapi
Aktivitas masyarakat Aceh saat belanja daging sapi (instagram/hkhumaini)

Aceh termasuk salah satu daerah di Indonesia yang menyambut Lebaran dengan tradisi belanja.

Masyarakat Aceh biasanya akan berbelanja daging sapi menjelang hari perayaan keagamaan, seperti Lebaran.

Karena di Aceh sendiri terdapat tradisi meugang atau makmeugang adalah kegiatan masak beragam makanan berbahan dasar daging sapi.

Tidak hanya dikonsumsi sendiri, biasanya kegiatan memasak dengan bahan dasar daging sapi ini juga dibagikan ke tetangga sekiatr.

Maka tidak heran, saat menjelang Lebaran banyak masyarakat Aceh belanja daging sapi di pasar.

Konon mereka lebih suka sapi lokal, karena memiliki kualitas bagus.

Sehingga tidak heran apabila harga daging sapi di sana cukup tinggi selama meugang berlangsung.

Namun hal tersebut bukanlah halangan, mereka tetap melakukan kebiasaan tersebut.

2. Jawa

Prepegan
Prepegan (instagram/atung_rocksiders045)

Tradisi belanja Lebaran di Indonesia berikutnya juga di beberapa kawasan Pulau Jawa, contohnya Brebes.

Di sana ada tradisi belanja Lebaran yang disebut prepegan.

Prepegan sendiri merupakan pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan Lebaran.

Terdapat prepegan kecil dan besar.

Prepegan kecil dilakukan sekitar dua hari sebelum Lebaran.

Orang-orang akan pergi ke pasar untuk membeli beberapa kebutuhan dasar biasanya berupa bahan makanan atau bunga untuk ziarah ke makam.

Sedangkan prepegan besar membutuhkan biaya yang lebih besar karena mereka akan membeli perlengkapan pakaian dari ujung kepala sampai kaki.

Biasanya dilakukan satu hari sebelum Lebaran.

3. Probolinggo, Jawa Timur

Petolekoran
Petolekoran (budayajawa.id)

Selanjutnya ada petolekoran yang dilakukan oleh penduduk Pulau Gili Ketapang, Probolinggo.

Mulai dari pagi hari, mereka meninggalkan pulau rame-rame naik kapal penumpang.

Orang Gili Ketapang tersebut belanja kebutuhan Lebaran di toko maupun pasar pusat Kota Probolinggo.

Tonton juga:

Istilah petolekoran sendiri merupakan Bahasa Madura, yang berarti rutin setiap tanggal ke-27 di Bulan Ramadan.

Sebab pada saat itulah, mereka melakukan tradisi belanja Lebaran yang sebutannya cukup populer di Indonesia.

4. Sulawesi Utara

Pumpun atau ba pumpun adalah tradisi belanja Lebaran yang dilakukan oleh penduduk di Sulawesi Utara.

Misalnya saja warga Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya, yang berbondong-bondong ‘menyerbu’ pusat perbelanjaan di Manado.

Mereka rela datang ke sana demi mendapatkan pakaian Lebaran yang lebih berkualitas dan bermerek.

Pumpun biasanya dilakukan mulai sepuluh hari sampai dua hari sebelum Lebaran.

Namun, mengingat situasi saat ini sedang pandemi Covid-19, kemungkinan sejumlah tradisi di atas tidak dilakukan menjelang Lebaran tahun ini.

Mengenal 7 Tradisi Sambut Lebaran di Indonesia, Ada Ngejot di Bali hingga Pukul Sapu di Maluku

5 Tradisi Unik Malam Takbiran di Berbagai Daerah, Mulai Meriam Karbit hingga Tumbilotohe

6 Tradisi Lebaran di Berbagai Negara, Ada Adu Telur hingga Melukis Bagian Tubuh dengan Henna

Sentra Pembuatan Kulit Lumpia Khas Semarang, Masih Dibuat Secara Tradisional

Mengintip Tradisi Lebaran di India hingga Amerika Serikat, Mudik Dilarang di Indonesia

(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)

Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved