Idul Fitri 2020

7 Tradisi Lebaran di Berbagai Negara, Ada Kosovo hingga Afrika Selatan

Deretan tradisi yang digelar oleh berbagai negara di dunia untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri.

The National
Ilustrasi Lebaran. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Perayaan Idul Fitri tentu saja menjadi momen yang paling ditunggu para umat muslim di dunia setelah berpuasa hampir sebulan penuh.

Seperti yang kita tahu, lebaran di Indonesia dirayakan dengan sangat meriah.

Tradisi yang umum dilakukan adalah mudik, berkumpul bersama keluarga besar, halal-bihalal, dan lain sebagainya.

Selain di Indonesia, ternyata tradisi lebaran juga ada di sejumlah negara dunia.

Dirangkum TribunTravel dari berbagai sumber, berikut ini 7 tradisi lebaran di berbagai negara:

1. Kosovo

Asal-usul Tradisi Makan Ketupat saat Lebaran di Indonesia

Hari Raya Idul Fitri di Kosovo dikenal dengan nama Bajram.

Di hari Barjam, penduduk Kosovo akan bangun lebih pagi dari biasanya.

Para pria pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Idul Fitri, sedangkan perempuan tinggal dirumah untuk menyiapkan makanan tradisional berupa pite, borek, dan berbagai makanan penutup seperti baklava dan puding nasi.

Sepulang salat, orang-orang akan keluar rumah dan berkeliling untuk saling memberikan ucapan selamat hari raya.

2. China

Tradisi perayaan Idul Fitri di negara China tiada lain dengan mengunjungi makam leluhur, membersihkan dan mempersembahkan doa.

Tradisi doa ini dilakukan untuk menghormati ratusan ribu muslim yang tewas selama Dinasti Qing dan Revolusi Kebudayaan.

Setelah salat Idul FItri, umat muslim akan makan-makan dan bersilaturahmi.

3. Arab Saudi

Para umat muslim di Arab Saudi biasanya merayakan lebaran dengan mengadakan pertunjukkan seni.

Mulai dari pagelaran teater, pembacaan puisi, parade musik, tari, dan berbagai macam pertunjukkan seni lainnya.

Pertunjukan seni menjadi tradisi lebaran di Arab Saudi
Pertunjukan seni menjadi tradisi lebaran di Arab Saudi (dailyemerald.com)

Hal ini bertujuan untuk memeriahkan hari yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat selama setahun.

Selain itu, biasanya mereka akan menghiasi rumah mereka dengan hiasan khas lebaran.

4. Mesir

Mesir memiliki tiga hari khusus untuk merayakan lebaran.

Sama dengan tradisi Lebaran di negara-negara lainnya, di hari pertama masyarakat Mesir juga merayakannya dengan silaturahmi.

Tapi ada yang sedikit berbeda, kalau di negara Mesir mereka hanya melakukan silaturahim dengan keluarga saja, tidak dengan tetangga di sekitar tempat tinggal mereka.

Biasanya mereka akan berkumpul bersama keluarga di taman sambil memakan hidangan khas Lebaran, yaitu ranja.

5. India

Perayaan Idul Fitri di India diawali dengan Chaand Raat yang jatuh di malam terakhir Ramadan.

Di malam Chaand Raat, orang akan pergi keluar untuk mengunjungi bazar dan berbelanja.

Perempuan India juga akan mengenakan pakaian tradisional dan menghiasi tangan mereka dengan henna.

Kemudian saat Hari Raya Idul Fitri, umat muslim di India akan merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga sambil menyantap servai.

6. Australia

Sebagai salah satu negara yang paling dekat dengan Indonesia, perayaan Idul Fitri dilaksanakan cukup meriah.
Perusahaan memberikan toleransi kepada semua karyawan muslim untuk mendapat libur.

Selain itu, kawasan mayoritas muslim bisa menggunakan jalanan umum untuk salat Idul Fitri.

Tak mengherankan, toleransi antar umat beragama di Australia memang terkenal tinggi.

7. Afrika Selatan

Tiap tahunnya, penduduk Afrika Selatan akan berkumpul di Green Point, Cape Town untuk menyaksikan malam terakhir Ramadhan

Pada malam itu, akan diumumkan datangnya Hari Raya Idul Fitri dan masyarakat berkesempatan untuk melaksanakan salat Idul Fitri.

Setelah salat, kemduian dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah saudara.

Mengingat pandemi virus corona (covid-19) yang tengah mewabah, kemungkinan besar tradisi-tradisi lebaran di berbagai negara tersebut ditiadakan untuk tahun ini.

Kue Mente dan 5 Kuliner Khas Surabaya yang Sering Dicari saat Lebaran

7 Kuliner Khas dari Berbagai Daerah di Indonesia yang Dihidangkan saat Lebaran

Fakta Unik Khong Guan, Biskuit Legendaris yang Identik dengan Lebaran

Beda Mentega dan Margarin untuk Buat Kue Lebaran

Asal-usul Kue Kering, Sajian Lebaran yang Muncul saat Era Kolonial Belanda

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)

Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved