Benarkah Penumpang Kapal Pesiar Lebih Rentan Terpapar Virus Corona Dibanding Penumpang Pesawat?

Saat pandemi virus corona pesawat terbang dan kapal pesiar banyak menjadi sorotan, kasus penyebaran virus corona ditemukan di dua transportasi itu.

KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Kapal pesiar MV Columbus saat bersandar di dermaga pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (13/3/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Penularan virus corona rentan ditemukan pada moda transportasi.

Hal ini membuat orang menunda sementara bepergian menggunakan transportasi umum. 

Saat pandemi virus corona pesawat terbang dan kapal pesiar banyak menjadi sorotan.

Lantaran kasus penyebaran virus corona ditemukan di dua transportasi ini.

Namun, kapal pesiar lah yang paling terkena dampak.

Mulai dari infeksi virus corona dalam jumlah besar, karantina lokal, hingga pemberhentian operasional untuk semua rute.

Pelni Operasikan Kapal Khusus Ternak, Mampu Angkut Lebih dari 500 Ekor Sapi Sekali Jalan

Bukan tanpa alasan, kapal pesiar memang menjadi transportasi yang lebih rentan terpapar virus corona dibandingkan pesawat, mengapa?

Kapal Pesiar Diamond Princess
Kapal Pesiar Diamond Princess (Instagram/@from_kobe_minato_no_photo)

Melansir CNN, kuncinya ada pada filter khusus dalam pesawat modern yaitu HEPA.

Penggunaan filter tersebut sama miripnya dengan yang digunakan di ruang operasi rumah sakit.

Udara dalam kabin merupakan campuran resirkulasi dan udara segar dari luar.

"Meskipun kepadatan penumpang sangat tinggi, udara dari sistem ventilasi sangat bersih." kata seorang profesor mekanik teknik di Universitas Purdue Indiana, Qingyan Chen seperti dikutip CNN.

Chen menyebut filter HEPA mampu memblokir partikel dengan diameter 0,3 mikron atau lebih besar, dengan efisiensi 99 persen atau lebih tinggi.

Namun, peneliti penyebaran partikel udara dalam kendaraan penumpang itu berpendapat tidak semua udara di dalam kabin bersih.

Hal ini dikarenakan jika seseorang batuk, bersin, berbicara, dan lainnya dapat mentransmisikan ke penumpang terdekat sebelum ditangkap filter HEPA.

Ia mengusulkan jenis sistem ventilasi baru yang menciptakan udara yang disaring di sekitar penumpang, tanpa mencampurnya dengan udara dari hembusan manusia.

Kapal pesiar berbendera Norwegia, Viking Sun yang mengangkut 848 penumpang dan 460 kru kapal akhirnya diperbolehkan bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2020).
Kapal pesiar berbendera Norwegia, Viking Sun yang mengangkut 848 penumpang dan 460 kru kapal akhirnya diperbolehkan bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2020). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Chen mengusulkan desain filter HEPA khusus untuk setiap kursi, yang mana memposisikan di footwell (daerah kaki kursi).

Udara bersih yang keluar dari kotak tersebut lebih dingin daripada udara kabin, tetapi dapat sedikit menghangatkan tubuh setiap penumpang.

"Jenis desain ini adalah kebalikan dari yang sekarang, yang memasok udara dari atas dan mencampurnya sebanyak mungkin dalam sistem terpusat," ujar Chen.

Sistem udara di kapal pesiar

Sementara itu, kapal pesiar terlihat seperti bangunan, sehingga sistem pendingin ruangan mereka mirip dengan di gedung, lanjut Chen.

Menurutnya, hal itu tidak bermasalah, namun filter di kapal pesiar ternyata tidak menghalangi virus.

Chen mengatakan, sistem ventilasi mungkin telah menyebarkan virus dari satu kabin ke kabin lainnya.

Prosesnya dengan sirkulasi ulang udara yang terkontaminasi dan mengandung butiran-butiran kecil dari bersin atau batuk penumpang.

Kapal pesiar berbendera Norwegia, Viking Sun yang mengangkut 848 penumpang dan 460 kru kapal akhirnya diperbolehkan bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2020). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Menurut penelitian Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat, virus corona dapat bertahan hingga tiga jam pada tetesan yang disebut aerosol bahkan tiga hari pada permukaan seperti plastik atau logam.

Chen berpendapat beberapa infeksi seperti yang terjadi di Kapal Pesiar Diamond Princess disebabkan hal tersebut.

"Solusi tercepat adalah mengubah semua filter menjadi HEPA, dan saya percaya itu bisa dilakukan dengan mudah," jelasnya.

Kejadian Diamond Princess telah mengajarkan bagaimana virus corona menyebar di kapal pesiar.

Mengutip CNN, dari 3.711 penumpang dan awak di atas kapal, lebih dari 700 terinfeksi selama karantina 14 hari yang diberlakukan di kapal oleh otoritas Jepang pelabuhan Yokohama.

Skenario menunjukan jika semua orang dievakuasi segera setelah menemukan wabah, maka hanya 76 orang yang terinfeksi.

Namun jika karantina tidak diatur dan semua orang dibiarkan begitu saja dalam kapal, maka hampir 3.000 orang bisa tertular.

"Karantina berhasil, ini penting dikatakan. Namun, kalau dipikir akan lebih baik untuk segera mengungsi. Jelas, ini semua terjadi ketika kita masih belajar tentang Covid-19," jelas pemimpin penelitian wabah di kapal pesiar, Annelies Wilder Smith.

"Ini jadi pelajaran bahwa ketika ada wabah di kapal pesiar, sebaiknya semua orang harus diungsikan atau dibawa keluar," lanjutnya.

LIHAT JUGA:

Ia mengatakan kapal pesiar memang unik karena semua adalah ruang terbatas di mana orang yang sama terus menerus berbaur.

"Tidak seperti pesawat terbang, kapal pesiar adalah inkubator besar penyakit. Satu kasus dapat memicu wabah," ujarnya.

Ia menutup pembicaraan dengan bertanya pada masyarakat terkait kepercayaan terhadap kapal pesiar.

Industri ini mungkin memiliki masalah untuk tahun depan karena pandemi virus corona. 

Pembatasan Moda Transportasi Selama PSBB di Surabaya, Simak Aturan Lengkapnya

Masih Pandemi, Marriott International Hadirkan Pengalaman Ramadan Dekat di Rumah

Langgar Aturan Pengendalian Transportasi Mudik 2020 Bisa Kena Sanksi

Rayakan Berakhirnya Masa Lockdown, Wanita Ini Jatuh hingga Tewas Saat Panjat Tebing

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengapa Penumpang Kapal Pesiar Lebih Rentan Terpapar Virus Corona Dibanding Penumpang Pesawat?

 
 
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved