Pembatasan Moda Transportasi Selama PSBB di Surabaya, Simak Aturan Lengkapnya

Pembatasan moda transportasi selama berlakunya PSBB di Surabaya untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.

Instagram/ @dishubsurabaya
Pembatasan moda transportasi selama PSBB di Surabaya 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya sudah diberlakukan mulai tanggal 28 April 2020.

Menindaklanjuti hal itu, ada sejumlah aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait moda transportasi.

Aturan tersebut berupa pembatasan penggunaan moda transportasi selama berlakunya PSBB.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan Covid-19 di Surabaya.

Dirangkum TribunTravel dari akun Instagram @dishubsurabaya pada Jumat (5/1/2020), berikut ini pembatasan moda transportasi selama PSBB di Surabaya.

1. Mobil pribadi

Aturan Larangan Mudik Berlaku, 6 Kapal Pelni dari Tanjung Priok dan Surabaya Masih Beroperasi

  • Membatasi jumlah orang maskimal 50 persen dari kapasitas kendaraan
  • Untuk mobil dengan kuris 2 baris, maksimal hanya untuk 2 orang penumpang.
  • Untuk mobil dengan kursi 3 bari, maksimal hanya untuk 3 orang penumpang.
  • Untuk kendaraan barang berkursi 1 baris, maksimal untuk 2 orang penumpang.
  • Untuk kendaraan barang berkursi 2 baris, maksimal hanya untuk 3 orang penumpang.

2. Motor pribadi

  • Tidak mengangkut penumpang/ berboncengan pada saat pemberlakuan jam operasional dan/ atau pembatasan kawasan tertentu.

3. Angkutan roda dua berbasis aplikasi

  • Dibatasi penggunaanya hanya untuk pengangkutan barang

4. Angkutan umum

  • Membatasi jumlah orang paling banyak 50 persen dari kapasitas angkutan
  • Melakukan deteksi dan pemantauan suhu tubuh petugas dan penumpang yang memasuki moda transportasi
  • Menerapkan jaga jarak secara fisik (physical distancing) baik pada saat antre maupun saat di dalam angkutan
  • Penumpang angkot maskimal hanya 6 orang.

5. Kewajiban

  • Menggunakan masker dan sarung tangan
  • Melakukan penyemprotan disinfektan kendaraan secara berkala
  • Tidak berkendara jika sedang mengalami gejala suhu tubuh di atas normal, batuk, pilek, diare, dan sesak nafas.
Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved