Pantai Masih Ditutup, Wisatawan di Gunungkidul Tetap Nekat Liburan

Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul menutup seluruh pantai wisata. Banyak wisatawan yang ingin masuk ke kawasan pantai, terutama saat akhir pekan

TribunTravel/Muhammad Eka Putra
Sunset yang tenang di Pantai Sadranan Gunungkidul, Sabtu (25/1/2020). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Demi mencegah terjadinya keramaian sebagai upaya menekan penyebaran COVID-19, Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul menutup seluruh pantai wisata.

Penutupan dilakukan sejak 24 Maret lalu.

Meski informasi sudah dipublikasikan dan penjagaan juga dilakukan, rupanya masih ada wisatawan yang tetap nekat ingin berkunjung.

Salah satu jalur menuju pantai yang kerap dilewati wisatawan berada di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Desa Kemadang Suminto.

"Banyak wisatawan yang ingin masuk ke kawasan pantai, terutama saat akhir pekan seperti ini," tutur Suminto dihubungi pada Minggu (26/04/2020).

Dispar Gunungkidul Bantu Pelaku Wisata Terdampak Corona dengan Program Kartu Prakerja

Mengikuti instruksi Dispar Gunungkidul, Pemerintah Desa Kemadang menerjunkan relawan dan petugas untuk berjaga di pintu Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) menuju pantai.

Posko pun didirikan di depan Balai Desa yang persis di pinggir jalur wisata, sebelum TPR.

Suminto mengatakan tiap kendaraan yang melintas akan diperiksa dan ditanyai keperluannya.

Jika mereka berniat untuk berwisata, maka pengendara diminta untuk berputar balik.

Namun jika mereka tetap membandel atau berbohong pada relawan terkait keperluannya, maka mereka akan menjumpai petugas di TPR dan kembali diminta berputar balik arah.

"Mereka yang melintas juga didata oleh petugas, termasuk diinformasikan terkait penutupan kawasan pantai. Sebagian besar di antaranya menerima informasi tersebut," jelas Suminto.

Ia pun memaklumi para wisatawan yang tetap nekat ingin berkunjung ke pantai. Menurutnya, warga jenuh lantaran harus berada di rumah.

Apalagi menjelang puasa, biasanya warga menuju pantai untuk melakukan tradisi padusan.

Tradisi padusan merupakan simbol menyucikan diri dengan mandi di pemandian atau sumber-sumber air.

Padusan terutama dilakukan dalam rangka menyambut datangnya Ramadan.

"Setidaknya beberapa hari terakhir sudah ratusan kendaraan yang diminta untuk berputar balik arah," ungkap Suminto.

Selain kawasan pantai, Sekretaris Dispar Gunungkidul Harry Sukmono beberapa waktu lalu menyatakan penutupan juga berlaku bagi desa-desa wisata di Gunungkidul.

Penjagaan pun dilakukan oleh petugas untuk memastikan pengunjung tidak mendatangi tempat wisata.

Menurutnya, penjagaan dilakukan selama 24 jam penuh.

"Kalau penjagaan di desa wisata dilakukan oleh anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat," kata Harry.(TRIBUNJOGJA.COM)

7 Tempat Wisata yang Rusak Gara-gara Didatangi Kapal Pesiar, Venesia hingga Great Barrier Reef

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Turis Masih Memadati Sejumlah Tempat Wisata di Jepang

Terdampak Lockdown di Nepal, Dua Wisatawan Indonesia Terjebak Selama Sebulan Lebih

Melanggar Aturan Lockdown, Ribuan Wisatawan Nekat Liburan Akhir Pekan ke Pantai

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Pantai di Gunungkidul Ditutup, Wisatawan Tetap Nekat Berdatangan

 
Ikuti kami di
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved