Perketat Aturan, Mulai 3 April 2020 Ini WNI Tidak Diperbolehkan Masuk Jepang

Berdasarkan kebijakan baru ini berisi seluruh WNI termasuk yang telah memiliki kartu residen dan mengisi kartu re-entry tidak diizinkan masuk wilayah

pexels.com
Ilustrasi pohon bunga sakura yang sedang bermekaran. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Efek virus corona yang menjadi pandemi global, Jepang membatasi keluar masuknya turis yang asing lebih selektif lagi.

Dilansir oleh TribunTravel dari akun Instagram KBRI Tokyo, pemerintah Jepang mengeluarkan kebijakan terbaru terkait perlintasan orang ke Jepang.

Sebelumnya, Jepang menangguhkan semua semua visa yang dikeluarkan sebelum 27 Maret dan tidak menerbitkan visa baru lagi.

Kebijakan tersebut tidak berlaku untuk WNI yang telah berstatus menetap (resident) yakni pelajar atau pekerja di Jepang dan telah mengisi formulir re-entry Jepang.

WNI dalam golongan tersebut akan kembali ke Jepang setelah bepergian maka akan dikenakan prosedur karantina selama 14 hari.

Hindari Kontak Langsung, Ini Cara Unik Restoran Pizza di Jepang Saat Antar Pesanan Pelanggan

Kemudian kebijakan tersebut diperbaharui lagi dan berlaku mulai hari ini.

Berdasarkan kebijakan baru ini berisi seluruh WNI termasuk yang telah memiliki kartu residen dan mengisi kartu re-entry tidak diizinkan masuk wilayah Jepang.

Jadi, bila kamu telah memiliki kartu residen dan mengisi kartu re-entry namun belum berada di Jepang, kamu dilarang masuk ke Jepang.

Aturan baru ini terdapat pengecualian seperi dalam kondisi khusus.

Kondisi khusus yang dimaksud adalah WNI dengan stasus penduduk "Permanent Resident", "Spouse or Child of a Japanese National", "Spouse of Child of Permanent Resident" atau "Long Term Resident" yang meninggalkan Jepang dan mengisi kartu re-entry hingga 2 April 2020.

Namun, jika mereka meninggalkan Jepang pada 3 April atau setelahnya, maka tidak dapat masuk kembali ke Jepang.

Kemudian, WNI yang termasuk dalam persyaratan diperbolehkan masuk ke Jepang akan diminta menjalani tes PCR di bandara ketibaan.

Setelah ini mereka harus melakukan karantina mandiri di tempat yang ditunjuk oleh Kepala kantor Karantina selama 14 hari.

Tidak hanya itu, mereka juga tidak boleh menggunakan sarana transportasi umum dari Bandara ke tempat karantina tersebut.

Jepang juga melakukan penangguhan visa, seperti bebas visa (visa waiver), menangguhkan kartu APEC Business Travel.

Dan menangguhkan seluruh visa yang diterbitkan Kedubes/Konsulat Jepang sebelum 2 April 2020.

Harakiri Yagura, Situs Tersembunyi dari Tempat Bunuh Diri Massal Abad Pertengahan di Jepang

Mirip Danau Kawaguchi di Jepang, Ini Foto-foto Embung Kledung Temanggung

Fakta Unik Habu Sake, Minuman Khas Jepang yang Terbuat dari Rendaman Ular

5 Produk Aneh yang Dijual di Mesin Penjual Otomatis Jepang, Ada Kumbang hingga Selada

Mitos Kucing Hitam di Berbagai Negara, di Jepang Dianggap Pembawa Keberuntungan

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Ikuti kami di
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved