Melihat Indahnya Foto Hasil Tangkapan ISS saat Bumi Bermahkota Aurora

Pemandangan indah Aurora diabadikan ketika ISS mengorbit di ketinggian 260 mil atau sekitar 418 kilometer di atas bumi.

Melihat Indahnya Foto Hasil Tangkapan ISS saat Bumi Bermahkota Aurora
ISS
Foto Aurora yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa (ISS) pada 20 Maret 2020 

TRIBUNTRAVEL.COM - Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) membagikan foto-foto indah saat bumi bermahkota aurora.

Foto itu diambil oleh kru ekspedisi ke-62 pada tanggal 20 Maret 2020.

Pemandangan indah itu diabadikan ketika ISS mengorbit di ketinggian 260 mil atau sekitar 418 kilometer di atas bumi.

Foto Aurora yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa (ISS) pada 20 Maret 2020
Foto Aurora yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa (ISS) pada 20 Maret 2020 (Twitter : ISS)

Aurora adalah fenomena alam berupa cahaya menyala-nyala dan menari-nari di langit malam.

Sebagaimana dikutip dari kompas.com, Aurora terjadi karena atmosfer bumi berinteraksi dengan partikel yang dipancarkan dari matahari.

Foto Aurora yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa (ISS) pada 20 Maret 2020
Foto Aurora yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa (ISS) pada 20 Maret 2020 (Twitter ISS)

Ketika ada ledakan besar di permukaan matahari, miliaran partikel terlontar.

Lontarannya berupa cahaya yang merambat begitu cepat, mencapai 800 kilometer per detik.

Lalu, partikel-partikel dari pancaran ini menumpuk di ionosfer, lapisan atmosfer yang mengandung ion. Sebagian dari ionosfer juga bertumpuk dengan magnetosfer atau medan magnet bumi.

Pertemuan medan magnet dengan partikel-partikel ionosfer yang menyimpan partikel dari matahari ini, menghasilkan cahaya-cahaya berwarna, seperti hijau, biru, merah muda, dan ungu.

Foto Aurora yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa (ISS) pada 20 Maret 2020
Foto Aurora yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa (ISS) pada 20 Maret 2020 (Twitter : ISS)

Jenis aurora

Atmosfer di sekitar garis khatulistiwa atau ekuator tidak mengandung medan magnet. Jadi fenomena ini hanya terjadi di daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica (2015), aurora yang berada di kutub selatan disebut dengan sebagai Aurora Australis atau cahaya selatan. Biasanya aurora berwarna hijau, kadang berwarna kemerahan seperti cahaya mahari terbit.

Foto Aurora yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa (ISS) pada 20 Maret 2020
Foto Aurora yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa (ISS) pada 20 Maret 2020 (Twitter : ISS)

Ini bisa dilihat di negara bagian selatan Bumi, seperti Antartika, Amerika Selatan, Australia, hingga New Zealand.

Untuk di kutub utara dikenal dengan Aurora Borealis atau cahaya utara. Nama Borealis berasal dari bahasa Yunani boreas yang artinya angin utara.

Foto Aurora yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa (ISS) pada 20 Maret 2020
Foto Aurora yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa (ISS) pada 20 Maret 2020 (Twitter : ISS)

Kedua jenis Aurora ini hampir tidak ada bedanya. Perbedaannya hanya terletak pada tempat terjadinya fenomena alam ini.

Tempat-tempat populer untuk menyaksikan aurora ada di belahan bumi utara, seperti Norwegia, Finlandia, Skotlandia, Swedia, Islandia, dan Inggris bagian utara. (*)

Liburan Artis - Foto Liburan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di Islandia, Berburu Aurora Borealis

3 Tips Berburu Aurora Borealis di Islandia Seperti Raffi Ahmad, Termasuk Waktu Terbaiknya

Liburan Artis - Titi Kamal dan Christian Sugiono ke Finlandia, Lihat Aurora dari Kamar Hotel

Liburan Artis - Selain Raffi Ahmad, Titi Kamal & Christian Sugiono juga Berburu Aurora Borealis

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Rehat Sejenak dari Berita Virus Corona, Ini Foto Indah Saat Bumi Bermahkota Aurora

Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved