TRIBUNTRAVEL.COM - Di sebuah pulau kecil di Laut Arab, Timur Tengah, ada kehidupan seperti berada di planet lain.
Terletak tepat di antara Benua Afrika di Timur dan Semenanjung Arab di Barat, pulau ini dikenal sebagai tempat paling asing di bumi.
Di tengah pantai merah dan bukit pasir putih kristal, 800 ratus spesies yang berbeda, beberapa di antaranya ada selama lebih dari 20 juta tahun, dapat ditemukan di Socotra.
Nama Socotra berarti “Pulau Malcolm ”dalam bahasa Sansekerta kuno.
Spesies di Socotra
Dilansir TribunTravel dari laman thevintagenews.com, hampir semua spesies baik hewan maupun tumbuhan tak dapat ditemukan di belahan bumi manapun.
Ekosistem di sana seolah terpisah dengan lainnya.
Sebut saja succulents yang sangat langka, gigas Dorstenia, seringkali disebut sebagai ara Socotran, pohon baobab, serta Adenium Obesum (Desert Rose) yang memiliki bunga merah muda cantik yang tumbuh darinya di atas.
Di antara banyaknya tanaman langka di sana, ada satu yang cukup aneh.
Pohon Naga
Mereka menyebutnya Pohon darah naga,
Legenda menyebut jika pohon ini berasal dari seekor naga yang diubah menjadi pohon karena menghancurkan surga.

Berbeda dari namanya yang tampak menyeramkan, penampilan pohon ini cukup unik.
Sekilas seperti jamur raksasa dengan daun berwarna hijau.
Pohon ini secara ilmiah diberinama Dracaena Cinnabari.
Tak cuma penampilannya yang unik, namun juga getahnya.

Getah Pohon Naga yang Mirip Darah
Getah pohon ini berwarna merah darah.
Meski hanya sedikit mengikisnya, getah darah ini dapat langsung keluar dari pohon.
Penduduk asli menggunakan getah merahnya, darah naga, sebagai obat ajaib, obat untuk semua penyakit.
Mereka telah menggunakannya untuk menyembuhkan segala sesuatu mulai dari diare, demam, virus, bisul, lesi, dan berbagai gangguan kulit dan ruam, seperti eksim.
Mereka telah menggunakannya selama berabad-abad.

Sejak darah naga digunakan sebagai obat, pulau itu segera berkembang menjadi tempat bagi para dukun dan penyembuh spiritual.
Penduduk Socotra
Kini lebih dari 40.000 orang tinggal di pulau ini.
Sangat sedikit orang luar yang mengunjungi atau bahkan mengetahui keberadaannya.
Pulau ini seolah terputus dari dunia luar dan secara geografis dari daratan Afrika selama jutaan tahun.
Orang-orang lokal sudah ada di sini selama yang mereka ingat.
Mereka berbicara bahasa mereka sendiri dan memiliki tradisi mereka sendiri.
Mereka masih menggunakan darah naga sebagai obat ajaib serba guna.
Padahal itu belum terbukti efektif.
Meskipun demikian, Socotra dianggap sebagai habitat paling bio-beragam di laut Arab, jika tidak seluruh Samudera Hindia.
UNESCO menamai pulau itu sebagai Situs Warisan Dunia dan menetapkan kawasan itu sebagai Cagar Biosfer Manusia.
Tidak ada hotel, dan jalan beraspal baru dibangun baru-baru ini.
Namun ada pohon yang mengeluarkan darah - dan mungkin saja mereka mengeluarkan darah karena mereka tidak ingin ditebang.
• 4 Destinasi Wisata Terbaik di Kawasan Timur Tengah, Socotra di Yaman hingga Hegra di Arab Saudi
• 7 Tempat Paling Terpencil di Dunia, Socotra di Yaman Mendapat Julukan Pulau Alien Karena Keanehannya
• Terpencil dan Terisolasi, ini 7 Desa yang Terletak di Lokasi Menyeramkan di Dunia
• Rishiri Ramen Miraku, Kedai Ramen Terpencil di Jepang yang Hanya Buka 2,5 Jam Setiap Hari
• Narapidana yang Dihukum di Pulau Terpencil Ini Justru Bahagia, Ini Alasannya
TribunTravel/Ambar Purwaningrum