Breaking News:

Viral di Medsos, Turis Asing Tiba-tiba Kejang di Bandara Ngurah Rai, Ini Penjelasan Otoritas Bandara

Beredar sebuah video seorang WNA terjatuh seperti kejang-kejang di area publik terminal kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

INSTAGRAM/@ngurahraiairport
Suasana di Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis (28/6/2018). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Beredar sebuah video seorang WNA terjatuh dan terlihat seperti kejang-kejang di area publik terminal kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Pada video itu ditulis “Seorang wisatawan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tiba-tiba jatuh pingsan, Selasa (11/2/2020) malam. Kondisi wisatawan tersebut membuat orang disekitarnya merasa was-was karena takut wisatawan tersebut virus corona.”

Dikonfirmasi Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Arie Ahsanurrohim, Rabu (12/2/2020) membenarkan perihal kejadian tersebut.

“Kejadiannya dinihari tadi pukul 01.00 WITA. Yang bersangkutan (pria pada video) mengalami back pain dan tidak benar kalau pingsan,” jelas Arie.

Ia menambahkan kejadiannya terjadi di publik area kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

“Kejadiannya begitu cepat dan yang bersangkutan yang merupakan WN Korea Selatan sudah ditangani oleh salah satu provider travel services di Bali dan langsung di bawa ke RS Siloam,” ungkap Arie.

Tonton juga:

WHO Khawatirkan Kondisi Indonesia yang Masih Nihil Wabah Virus Corona

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut segera menyiapkan penyesuaian terhadap kebijakan penurunan stunting.

Penyesuaian dilakukan, kata Muhadjir, karena anggaran yang digunakan pemerintah untuk menekan angka stunting dan kemiskinan dianggap belum maksimal serta cenderung tidak tepat sasaran.

"Kesimpulannya kita harus melakukan evaluasi secara menyeluruh, lalu membuat policy adjustment. Jadi penyusunan kebijakan terhadap berbagai masalah itu, termasuk belum terlalu tepat sasarannya target yang menjadi arah dari penanganan masalah penanggulangan kemiskinan dan stunting itu," tutur Menko Muhadjir di Gedung Grand Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Muhadjir menambahkan permasalahan data masih menjadi sebab belum tepat sasarannya anggaran yang disiapkan pemerintah.

Maka itu, pemerintah menyepakati untuk segera mempercepat pembangunan satu data Indonesia sesuai dengan Perpres No 39 tahun 2019.

"Leading sektor adalah bapak Kepala Bappenas. Ini nanti adalah satu data Indonesia itu terutama data kemiskinan, stunting itu bisa jadi satu, maka kita akan bisa menyelesaikan masalah lebih sistemik, targetnya juga lebih terukur dan seterusnya," ucap Muhadjir.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved