Breaking News:

Efek Virus Corona, 10.000 Wisatawan China Batal Liburan ke Bali

Larangan tersebut diberlakukan untuk mencegah penyebaran wabah virus corona yang lebih luas.

Gigih Prayitno
Pertunjukkan Tari Kecak Uluwatu, Bali 

TRIBUNTRAVEL.COM -  Pemerintah China memberlakukan larangan agen perjalanan wisata setempat untuk melakukan aktivitas wisata baik di dalam maupun ke luar negeri sejak pada Senin (27/01/2020). 

Larangan tersebut diberlakukan untuk mencegah penyebaran wabah virus corona yang lebih luas.

Imbasnya, ada sekitar 10.000 wisatawan China yang melakukan pembatalan perjalanan ke Bali.

“Ya, terdapat banyak pembatalan. Kemarin, 10.000 wisatawan China membatalkan perjalanan mereka ke Bali dari sini (Indonesia), ada juga perjalanan ke China yang dibatalkan,” ujar Menurut Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Elly Hutabarat pada Kamis (30/01/2020) seperti yang dimuat di The Jakarta Post.

Hal serupa juga disebutkan oleh Ketua Association of The Indonesia Tours and Travel Provinsi Bali I Ketut Ardana. 

Ia mengatakan bahwa hingga Februari mendatang, sudah ada lebih dari 10.000 perjalanan yang dibatalkan.

KAI Siapkan Petugas Kesehatan di Stasiun untuk Cegah Virus Corona

“Masyarakat China yang sudah membatalkan khususnya dari Provinsi Hubei dan sekitarnya sampai bulan Februari sekitar 10.000 dan prediksi kami pasti lebih bisa mencapai 15.000 pembatalan,” ujar Ardana ketika dihubungi Kompas.com pada Jumat (31/01/2020).

Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah. Pasalnya belum ada batas waktu tertentu untuk larangan perjalanan dari pemerintah China.

Jika larangan aktivitas wisata ini berlangsung cukup lama, maka jumlah pembatalan akan terus bertambah.

Pauline Suharno, Sekretaris Jenderal ASTINDO mengatakan bahwa seluruh charter flight (pesawat sewaan) sudah dibatalkan mulai diberlakukannya pelarangan perjalanan hingga Februari mendatang.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Gigih Prayitno
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved