Cerita Hari-hari Terakhir WNI Jalani Observasi di Natuna, Makan dan Tidur Seperti di Hotel Bintang 5

Masa observasi untuk 238 warga negara Indonesia (WNI) yang divekuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, di Natuna akan berakhir pada Minggu(16/2/2020)

Cerita Hari-hari Terakhir WNI Jalani Observasi di Natuna, Makan dan Tidur Seperti di Hotel Bintang 5
SCREENSHOT VIDEO KEMENKES RI
Menu makanan meraka terus diperhatikan, mulai dari menu sarapan, makan siang hingga makan malam serta asupan vitamin. Seperti kiriman video yang berdurasi 2 menit 17 detik yang diterima Kompas.com dari Humas Kementerian Kesehatan RI, Dede Lukman. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Masa observasi untuk 238 warga negara Indonesia (WNI) yang divekuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, di Natuna akan berakhir pada Minggu (16/2/2020) esok.

Selain mereka yang dievakusi, tim penjemput, tim aju, tim kemenlu dan kru pesawat yang berjumlah 47 orang juga dikarantina untuk keperluan observasi selama 14 hari.

Sehingga, total mereka yang menjalani masa karantian atau masa observasi di Natuna adalah 285 orang.

Rencananya, ke-285 orang yang telah selesai menjalani masa observasi itu akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Seperti apa?

Masa observasi dan karantina yang dilakukan tim Komando Tugas Gabungan Terpadu Operasi Kemanusiaan Natuna (Kogasgabpad) 285 WNI akan berakhir pada Sabtu (15/2/2020).

Sehari menjelang dipulangkan, menu makanan mereka terus diperhatikan, mulai dari menu sarapan, makan siang, hingga makan malam, serta asupan vitamin.

Waspada Virus Corona, Bali Tolak 85 Turis Asing yang Baru Lakukan Perjalanan ke China

Hal itu terlihat dari kiriman video yang berdurasi 2 menit 17 detik yang diterima Kompas.com dari staf Humas Kementerian Kesehatan RI, Dede Lukman.

Dalam video yang direkam oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Budi Sylvana MARS menceritakan, dua orang WNI dari Wuhan tampak sedang asyik menikmati sarapannya, yakni Fico dan Elfi.

Fico, salah satu WNI dari Wuhan yang menjalani karantina di Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, mengaku sangat berterima kasih atas apa yang didapatkan dirinya selama berada di lokasi karantina ini.

Menu Makanan Enak

Sebab, tidak saja fasilitas tempat tinggal yang selalu diperhatikan kebersihan dan kesehatannya, bahkan menu makanan sehari-hari juga diperhatikan, mulai dari sarapan hingga makan malam, sampai asupan vitaminnya.

"Saya sangat berterima kasih sekali karena semua keperluan kami selama di karantina sangat diperhatikan," kata Fico seperti dalam video tersebut, Jumat (14/2/2020).

Fico juga memaparkan menu sarapan yang dikonsumsinya, yakni sosis goreng, tempe goreng, serta daging sapi plus sayur yang dicampur dengan mi goreng.

"Setiap hari menu sarapan mantap-mantap, belum lagi menu makan siang dan makan malamnya, lebih mantap lagi," ceritanya.

Fico juga nengaku semua menunya enak dan pas di lidahnya, bahkan dia selalu ingin menambah makanan, baik sarapan maupun saat makan malam.

Seperti Tidur di Hotel Bintang 5

Menu makanan meraka terus diperhatikan, mulai dari menu sarapan, makan siang hingga makan malam serta asupan vitamin. Seperti kiriman video yang berdurasi 2 menit 17 detik yang diterima Kompas.com dari Humas Kementerian Kesehatan RI, Dede Lukman.
Menu makanan meraka terus diperhatikan, mulai dari menu sarapan, makan siang hingga makan malam serta asupan vitamin. Seperti kiriman video yang berdurasi 2 menit 17 detik yang diterima Kompas.com dari Humas Kementerian Kesehatan RI, Dede Lukman. (SCREENSHOT VIDEO KEMENKES RI)

Senada juga diungkapkan Elfi, WNI lainnya yang juga mengaku sangat cocok dengan menu yang diberikan, mulai dari sarapan hingga makan malam.

Elfi bahkan mengaku tidak pernah mendapatkan seperti ini, meski berada di lokasi karantina dan tidur di hanggar, tetapi terasa berada di hotel bintang lima.

"Sangat sangat luar biasa, terima kasih masyarakat Natuna, terima kasih tim Kemenkes dan TNI, dan terima kasih juga kepada Pemerintah Indonesia," ungkapnya.

"Yang pasti setiap hari menu makannya empat sehat lima sempurna," serunya seraya tersenyum.

Dalam video tersebut, Fico dan Elfi juga mengatakan bahwa Natuna memiliki makanan khas, yaitu cumi segar yang selalu mereka dapatkan dalam menu makan siang dan makan malam.

"Ikannya juga segar, jika dibandingkan dengan di Wuhan, makanan di Natuna lebih mantap, menggugah selera," kata Fico.

Dijemput Banyak Pejabat

Sebelumnya, skema pemulangan sudah diputuskan bahwa observasi WNI dari Wuhan yang saat ini tinggal di Natuna berakhir pada Sabtu (15/2/2020) pukul 12.00 WIB.

Artinya, hari Sabtu pagi adalah pengecekan kesehatan terakhir, setelah itu menyiapkan mereka untuk diterbangkan ke Jakarta.

Bahkan rencananya, Menkes, Menko PMK, Kepala BNPB, dan beberapa pejabat lain akan ikut menjemput ke Kabupaten Natuna.

 

Sebelum warga yang diobservasi diberangkatkan ke Jakarta, tentunya terlebih dahulu akan dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Baru setelah pukul 12.00 WIB atau setelah makan siang, mereka bisa diberangkatkan menuju ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Direncanakan, akan ada prosesi kecil pelepasan warga yang diobservasi di Bandara Natuna menuju Jakarta.

Saat mereka tiba di Jakarta akan disambut oleh Komisi IX DPR RI dan perwakilan pemerintah daerah. (*)

Virus Corona Turunkan Kunjungan Turis China ke Bali, Kuta Paling Terdampak

Penjelasan Kemenkes Soal Warga China yang Positif Corona Setelah Kunjungi Bali

Penumpang Satu Kapal Pesiar Dikarantina karena Corona, Begini Keadaannya

Nikmati Sajian Hotpot Berenam di Restoran, 2 Orang Terinfeksi Corona dan 3 Orang Dikarantina

Artikel ini telah tayang di Tribunbanyumas.com dengan judul Kisah Detik-detik Terakhir WNI Jalani Observasi di Natuna, Makan dan Tidur Bak di Hotel Bintang 5

Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved