Sudah Jadi Minuman Legal, Gubernur Bali akan Selenggerakan Festival Arak

untuk memperkenalkan minuman khas Bali tersebut kepada pelancong yang berkunjung ke Bali, koster berencana untuk mengadakan Festival Minum Arak Bali.

EKA JUNI ARTAWAN/KOMPAS.COM
Pembuat arak memeriksa volume arak yang sudah tersimpan dengan batang kayu sebagai alat ukur. Pembuatan arak Bali secara tradisional bisa dijumpai di Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali. 

TRIBUNTRAVEL.COM -  Arak Bali dan beberapa minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali seperti brem dan tuak kini dapat wisatawan minum secara aman dan legal.

Sebab, Gubernur Bali I Wayan Koster telah menerbitkan peraturan tata kelola arak dan minuman tradisional Bali melalui Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2020 yang diunggah melalui laman Facebook resminya Kamis (6/2/2020) lalu.

Sebagai sebuah minuman yang dianggap sebagai salah satu sumber daya keragaman budaya Bali yang perlu dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan, pelegalan tersebut diharap dapat mendukung pemberdayaan ekonomi berkelanjutan berbasis budaya.

Tak ayal, demi semakin memperkenalkan minuman khas Bali tersebut kepada pelancong yang berkunjung ke Bali, koster berencana untuk mengadakan Festival Minum Arak Bali.

Konderatu Beach Club Bali, Tempat Resepsi Pernikahan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah

“Nanti siapa yang minum paling banyak dan tidak mabuk, itu yang menjadi juara,” kata Koster, mengutip Antara, Jumat (7/2/2020) saat menyosialisasikan Pergub 1/2020 di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (5/2/2020) lalu.

Promosi perluasan pengenalan minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali termasuk dalam Pasal 13 Bab 4 Promosi dan Branding Pergub 1/2020.

Dalam peraturan tersebut dinyatakan bahwa promosi dan branding dilakukan secara bersama antara koperasi dan produsen.

Arak Bali
Arak Bali (Indonesia Drinks - WordPress.com)

Supaya produk bisa masuk ke dalam tahap promosi, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain produk diproses berdasarkan proses tradisional fermentasi dan/atau destilasi khas Bali (Process Footprint).

Lalu produk yang mempromosikan kerjasama dengan koperasi dan petani arak (Social Footprint). Terakhir, produk yang memperhatikan kelestarian lingkungan (Ecological Footprint).

Kemudian, promosi tersebut akan difasilitasi oleh Perangkat Daerah dan Badan Usaha Milik Daerah.

Promosi juga akan dilakukan dalam bentuk kerjasama antar provinsi, dengan asosiasi hotel atau restoran, asosiasi bartender, pameran di luar negeri, dan Festival Arak Bali.

Gara-gara Penumpang Buka Jendela Darurat, Penerbangan Wings Air dari Balikpapan Terlambat 3 Jam

Punya Riwayat Liburan ke China, 41 WNA Ditolak Masuk Bali Meski Sudah Tiba di Bandara

Dampak Virus Corona, Bali Disarankan Bidik Turis Asal Jepang

Batal Liburan ke China, Wisatawan Mancanegara Pilih Alihkan ke Bali

5 Hotel Bintang 3 di Bali dengan Fasilitas Lengkap, Lokasi Dekat Bandara Ngurah Rai

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Promosikan Minuman Khas Bali, Gubernur Adakan Festival Arak"

Ikuti kami di
Editor: Gigih Prayitno
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved