Liburan ke Australia

Main ke Australia Reptile Park: Merinding Lihat Si Cokelat Pembawa Maut, Lalu Mengelus Si Imut Koala

Australia Reptile Park menjadi salah satu tempat wisata yang bisa traveler kunjungi untuk bertemu hewan khas benua Australia.

Main ke Australia Reptile Park: Merinding Lihat Si Cokelat Pembawa Maut, Lalu Mengelus Si Imut Koala
TribunTravel/Aji Bramastra
Pengunjung berfoto bersama Hugo, kura-kura Galapagos raksasa di Australia Reptile Park, Kamis (31/10/2019). 

TRIBUNTRAVEL.COMAustralia Reptile Park menjadi destinasi pertama Tribunnews dalam rangkaian acara Media Family Trip New South Wales bersama Singapore Airlines, yang berlangsung Kamis (31/10/2019) hingga Selasa (5/11/2019).

Australia Reptile Park berada di di Galford City, New South Wales, Australia.

Untuk menuju ke sana, kamu harus berkendara sekitar satu jam dari Sydney Airport.

Lalu, mengapa kamu mesti berkunjung ke tempat ini, bila jalan-jalan ke Sydney?

Well, kalau di Indonesia, Australia Reptile Park sebetulnya bisa dibilang mirip seperti Taman Safari Indonesia.

Bahkan, tempat ini tidak lebih luas dari TSI.

Seorang pengunjung memberi makan dan mengelus-elus kanguru di Australia Reptile Park, Kamis (31/10/2019).
Seorang pengunjung memberi makan dan mengelus-elus kanguru di Australia Reptile Park, Kamis (31/10/2019). (TribunTravel/Aji Bramastra)

Tapi, berhubung kata orang belum ke Australia kalau belum ngelus langsung koala dan kanguru, maka tak ada salahnya mampir ke sini.

Yup, meski namanya Australia Reptile Park, tapi di tempat ini, tidak hanya ada binatang reptil.

Tapi kita bisa melihat langsung satwa khas benua Australia.

Traveler Wajib Tahu, Ini 6 Tempat Belanja Murah di Australia

Pertama Kali Liburan ke Australia? Coba 5 Road Trip Seru Ini

14 Fakta Unik Australia, Punya Jalan Raya Terpanjang dan Lebih dari 10 Ribu Pantai

Koala, kanguru, echidna alias landak semut, juga lihat langsung wujud asli si Tazmanian Devil, tokoh karakter kartun si sohib Bugs Bunny.

Di tempat ini, kamu bisa berfoto sambil mendekap koala atau memberi makan Kanguru.

TribunTravel bersama Kane, seorang pawang satwa di Australia Reptile Park, berfoto dengan seekor koala bernama Gizmo, Kamis (31/10/2019).
TribunTravel bersama Kane, seorang pawang satwa di Australia Reptile Park, berfoto dengan seekor koala bernama Gizmo, Kamis (31/10/2019). (TribunTravel/Aji Bramastra)

Free. Tanpa ada embel-embel tambahan biaya lagi.

Kalau beruntung, si penjaga satwa akan khilaf, dan dengan sedikit rayuan, mereka bisa membuka kandang dari Hugo, si kura-kura raksasa asal Pulau Galapagos.

Kamu pun bisa berfoto dengan Mbah Hugo, yang sudah berumur 69 tahun, dari jarak dekat.

Reptil

Rawa-rawa buaya juga jadi pertunjukan seru di tempat ini.

Ada puluhan jumlahnya.

Nah, kalau umumnya di Taman Safari atau Kebun Binatang di Indonesia, kita susah melihat buaya.

Apalagi kalau si buayanya terlanjur mager ngadem di kolam.

Tapi tidak di Australia Reptile Park.

Di sini, ada pertunjukan ‘ajaib’.

Semua buaya akan langsung berenang ke tepian rawa, begitu dipanggil oleh si pawang.

Buaya-buaya menuju ke pinggir rawa setelah dipanggil seorang pawang satwa di Australia Reptile Park, Kamis (31/10/2019).
Buaya-buaya menuju ke pinggir rawa setelah dipanggil seorang pawang satwa di Australia Reptile Park, Kamis (31/10/2019). (TribunTravel/Aji Bramastra)

Tentu saja, ada pagar kawat yang membatasi antara pengunjung dan buaya-buaya itu.

“Tapi jangan lambaikan tanganmu di pinggir pagar. Percayalah, mereka bisa melompat dan mencaplok tanganmu. Mau?,” kata Kane, seorang pawang satwa di Australia Reptile Park.

TribunTravel masih belum mendapat konfirmasi dari Kane, apakah dia bercanda tidak soal tipsnya yang satu itu.

Cara Membuat Visa Australia, Perlu Tahu Jenis Visa sebelum Mengajukan

5 Jalur Darat dengan Pemandangan Epic di Australia

Itinerary Liburan 3 Hari 2 Malam di Sydney, Australia

Penyelamat Manusia

Di Australia Reptile Park, TribunTravel memang terus didampingi oleh pawang satwa setempat bernama Kane.

Nah, dari ngobrol ngalor ngidul sama si plontos Kane, TribunTravel akhirnya ngeh, kalau Australia Reptile Park lebih dari sekadar tempat menonton satwa.

Apa itu? Australia Reptile Park menjadi tempat produksi bisa ular, yang menjadi bahan baku utama untuk pembuatan anti venom, atau obat penawar bagi orang yang digigit ular.

Venom atau racun ular itu disimpan dalam semacam ruangan khusus menyimpan ular.

Ruangan ini sebenarnya tidak dibuka untuk umum, tapi Kane mengajak TribunTravel masuk ke dalam untuk melihat langsung.

Rasanya: merinding.

Puluhan ular dari berbagai jenis ada di sana.

Satu ular ditempatkan di satu kotak khusus.

Dasar tahu kalau TribunTravel sudah merinding ketakutan lihat ular, Kane malah mengeluarkan satu per satu ular-ular paling berbahaya di Australia.

Disebut paling berbahaya, karena mereka lah ular yang paling banyak membawa orang dalam fase sakaratul maut karena gigitan ular di Australia.

Yup, sudah tahu dong, kalau alam outback Australia jadi gudangnya ular-ular paling berbahaya di dunia.

Mulai Tiger Snake, si hitam dengan lorek keemasan, sampai King Brown.

Tapi yang paling bikin TribunTravel merinding adalah si cokelat maut, atau yang punya nama asli Australia Eastern Brown Snake.

Inilah ular yang paling ‘berjasa’ menyebabkan banyak orang masuk fase gawat darurat di Australia.

Setelah digigit ular ini, manusia bisa mengalami kegagalan fungsi jantung dan organ lain hanya dalam hitungan menit, bila tak mendapat pertolongan pertama yang benar.

Pakar ular di Australia Reptile Park tengah menunjukkan proses mendapatkan venom atau bisa ular. Bisa ini jadi bahan baku untuk membuat anti venom, atau penawar bagi manusia yang digigit ular berbahaya.
Pakar ular di Australia Reptile Park tengah menunjukkan proses mendapatkan venom atau bisa ular. Bisa ini jadi bahan baku untuk membuat anti venom, atau penawar bagi manusia yang digigit ular berbahaya. (TribunTravel/Aji Bramastra)

“Tempat ini sudah menyelamatkan lebih dari 20.000 manusia di Australia,” kata Kane, sambil memeragakan cara mengeluarkan venom atau bisa dari seekor ular.

“Dulu ada banyak orang di Australia tewas karena digigit ular. Berkat adanya tempat seperti ini, angka itu bisa ditekan menjadi dua orang meninggal setiap tahun karena gigitan ular,”

“Kamilah yang memasok venom (bisa) dari berbagai ular paling berbahaya di Australia. Setelah itu kami kirim ke sebuah lab di Victoria. Dari sana, anti venom itu dibuat, dan disebarkan ke penjuru dunia,” tambah Kane.

Salah satu sudut di dalam Australia Reptile Park. Harga masuk dewasa dibanderol 39 dolar Australia, atau sekitar Rp 390 Ribu.
Salah satu sudut di dalam Australia Reptile Park. Harga masuk dewasa dibanderol 39 dolar Australia, atau sekitar Rp 390 Ribu. (TribunTravel/Aji Bramastra)

Australia Reptile Park mematok harga tiket sekitar Rp 390 ribu untuk orang dewasa, dan Rp 210 ribu untuk anak usia 3 tahun sampai ABG umur 15 tahun.

Untuk keluarga (2 dewasa dan 2 anak), ada paket seharga 105 Dolar Australia atau sekitar Rp 1 jutaan. (*)

Tonton juga:

(TribunTravel.com/Aji Bramastra)

Ikuti kami di
Editor: Kurnia Yustiana
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved