Jangan Buang Tusuknya saat Makan Sate Blora

Liburan ke Blora, tak lengkap rasanya jika belum coba kulinernya. Satu di antara banyak kuliner Blora yang harus dicoba adalah Sate Blora.

Jangan Buang Tusuknya saat Makan Sate Blora
Kolase Instagram @manameishospie dan Instagram @sahat_simarmata
Rekomendasi Sate ayam enak di Jakarta : Sate Blora Cirebon dan Sate H. Romli 

TRIBUNTRAVEL.COM - Liburan ke Blora, tak lengkap rasanya jika belum coba kulinernya.

Satu di antara banyak kuliner Blora yang harus dicoba adalah Sate Blora.

Sate Blora punya rasa khas yang membuatnya berbeda dari sate-sate lain di Indonesia.

TONTON JUGA

7 Tempat Wisata Dekat Jakarta dengan Udara Sejuk dan Pemandangan Asri untuk Liburan Akhir Pekan

5 Kuliner Favorit BJ Habibie, Mulai Sate Maranggi hingga Putu Cangkir

Ada beragam jenis sate di Blora. Mulai dari sate ayam, sate sapi, sate kambing, bahkan sate kerbau.

Siang itu, Kompas.com pun bertandang ke sebuah rumah makan sate di Blora.

Asap mengepul di depan rumah makan ini.

Pemandangan khas pedagang sate.

"Jangan buang tusuk satenya, ya," sahut Wakil Bupati Blora Arief Rohman yang menemani rombongan Kompas.com saat bertandang ke Blora, Jawa Tengah, Kamis (12/9/2019).

Kami pun masuk ke restoran Pak Daman yang spesialis menjual sate dan gule.

Rumah makan ini terkenal di Blora sebagai pilihan untuk menyantap sate khas Blora.

Lokasinya di Jalan Gunung Sindoro, Kelurahan Tempelan, Blora.

7 Tempat Wisata Dekat Jakarta dengan Udara Sejuk dan Pemandangan Asri untuk Liburan Akhir Pekan

Pilot Lakukan Pendaratan Darurat dan Pakai Masker Oksigen karena Aroma Durian

Wakil Bupati Blora Arief Rohman (kanan depan) bersama rombongan Kompas.com
Wakil Bupati Blora Arief Rohman (kanan depan) bersama rombongan Kompas.com(Dok. Kompas.com)

Arief kemudian menunjuk ke sebuah meja kosong di rumah makan ini.

Tampak beberapa tusuk sate ditumpuk dengan rapi di meja tersebut.

Tusuk-tusuk sate tersebut disusun sedemikian rupa hingga berbentuk persegi.

Beberapa meja lain yang baru saja ditinggalkan pelanggannya juga menampilkan pemandangan serupa. 

Tusuk sate bekas pakai disusun di atas meja.

Beberapa di antaranya tidak disusun hingga menjadi bentuk persegi.

Namun, tusuk-tusuk sate ini disatukan dalam jumlah tertentu lalu dibuat berbaris.

Usut punya usut, kebiasaan di Blora adalah sate disajikan dalam piring penuh.

Jika di Jakarta atau kota-kota lain pada umumnya, sate biasanya diberikan dalam porsi berisi 10 tusuk sate.

Namun di Blora, pelanggan diberikan sepiring penuh berisi sate.

Lalu pelanggan bisa menikmati sate tersebut secara eceran.

Hindari Kelebihan Bagasi, Wanita Ini Kenakan Pakaian Seberat 2,5 Kg

6 Resort dan Pantai Terbaik untuk Lokasi Pernikahan di Bali

Tusuk sate di rumah makan di Blora
Tusuk sate di rumah makan di Blora(Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.)

Oleh karena itulah, tusuk sate tidak boleh dibuang.

Tusuk sate ini menjadi bukti berapa banyak jumlah sate yang sudah dimakan.

Agar tidak menyusahkan saat menghitung jumlah sate yang sudah dimakan, warga biasanya menyusun tusuk sate per 10 tusuk. Lalu menyusunnya dengan rapi agar mudah dihitung.

Walau begitu, kamu tidak perlu makan sate kelipatan sepuluh.

Karena pada akhirnya, pelanggan bebas makan satuan dan akan dihitung per tusuk, bukan per porsi.

Ini hanya salah satu keunikan dari sate khas Blora.

Penasaran keunikan apalagi dari hidangan ini?

Saatnya agendakan kunjungan ke Blora untuk berwisata kuliner.

 9 Kuliner Khas Cianjur, Ada Sate Maranggi hingga Laksa

 Rekomendasi Kuliner Malam di Solo, Ada Sate Kere Yu Rebi hingga Gudeg Ceker Margoyudan

 5 Sate Ayam Enak di Jakarta, Irisan Daging Besar, Empuk dan Bumbu Kacangnya Lembut

 

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul Makan Sate Blora, Jangan Buang Tusuknya!

Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved