Hari Batik Nasional 2019, Yuk Intip Cantiknya Batik Jambi dengan Motif yang Sederhana

Motif batik Jambi lebih sederhana. Beberapa motif yang umum ditemukan adalah ceplok dan bulat. Motif-motif tersebut tak muncul dengan sendirinya.

Hari Batik Nasional 2019, Yuk Intip Cantiknya Batik Jambi dengan Motif yang Sederhana
KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA
Pengunjung melihat kain batik Jambi dari Rumah Batik Azmiah. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Memperingati Hari Batik Nasional 2019, tak ada salahnya untuk melihat batik Jambi yang mempunyai ciri khas tersendiri.

Pegiat batik Jambi sekaligus pemilik Rumah Batik Zmiah, Bagus Priyono menuturkan, perkembangan batik Jambi memiliki beberapa versi.

Hipotesa abad ke-13, misalnya, tak lepas dari ekpedisi Pamalayu di mana Raja Singasari, Kertanegara, mengirimkan pasukan bantuan ke Kerajaan Melayu.

Sementara itu, menurut Bagus dalam buku Batik Jambi yang ditulisnya, ditandai oleh adanya makam Keluarga Pakubuwono III tahun 1787 di Desa Lubuk Landai.

Hari Batik Nasional 2019, Yuk Jelajahi 7 Tempat Wisata Batik di Indonesia

Deretan Fakta Perayaan Hari Batik Nasional 2019, Dipusatkan di Dua Kota Ini

Adapun Pakubowono III disebut-sebut hijrah bersama keluarga dan pengikutnya dari Jawa Tengah dengan membawa serta perajin batik.

"Namun, (batik Jambi) mulai diproduksi pada abad ke-18. Beberapa imigran dari Jawa, seperti Jogja, Solo dan Demak pindah ke sana dan mengenalkan tradisi batik (ke) Jambi," kata Bagus saat berbincang dengan Kompas.com beberapa waktu lalu.

Sentra batik kawasan Seberang, Kota Jambi, menjemur hasil pewarnaan batik, Jumat (16/6/2017).
Sentra batik kawasan Seberang, Kota Jambi, menjemur hasil pewarnaan batik, Jumat (16/6/2017). (KOMPAS/IRMA TAMBUNAN)

Motif batik Jambi, menurut Bagus, lebih sederhana.

Beberapa motif yang umum ditemukan adalah ceplok dan bulat.

Hari Batik Nasional 2019, Jokowi dan Iriana Membatik di Solo

Ini Rangkaian Acara Hari Batik Nasional 2019 di Solo, Dihadiri Presiden Jokowi

Motif-motif tersebut tak muncul dengan sendirinya.

Menurut Bagus, selama ini batik Jambi kental pengaruh sejumlah elemen--India, China, Jawa, dan Islam.

India, misalnya, muncul dalam motif ceplok-ceplok yang tampak sederhana.

Sementara China dari sisi floral.

Ada pun Jawa memiliki keterikatan seperti motif Merak Ngeram di Jambi yang menyerupai Babon Angkrem di Jawa.

Lalu pengaruh Islam dalam batik Jambi ditandai dengan tidak memunculkan motif figuratif, seperti hewan dan manusia.

"Pengaruh Islam juga ada motif seperti huruf (bernafas) Islam, tapi tidak kentara," kata dia.

Jangan Sampai Keliru, Ini Cara Membedakan Batik Cap dan Batik Tulis

Batik Mahkota Laweyan di Solo Bikin Batik Bertema Teks Proklamasi, Apa Alasannya?

Kekhasan lain dari batik Jambi adalah warna merah.

Rumah batik besutan Bagus, misalnya, didominasi dengan kain batik warna merah yang menjadi ciri khas.

LIHAT JUGA:

Bahkan, untuk mencapai warna merah alami, para pendahulu batik Jambi memakai campuran khusus, seperti buah rotan dan sejumlah kayu khas daerah di Pulau Sumatera tersebut.

Sayangnya, karena keterbatasan buah rotan dan kayu-kayu campurannya, pewarnaan alami pun mulai langka.

"Warna merah gini (kain batik Jambi) memang belum pakai pewarnaan alam," ujar Bagus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengenal Batik Jambi yang Identik dengan Warna Merah...

 
 
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved