Digelar di Benteng Vastenburg, Ini Daftar Pengisi Acara SIPA 2019 Hari Terakhir

Berdasarkan pantauan TribunTravel dari akun Instagram @sipafestival, setidaknya terdapat 9 seniman yang akan tampil malam ini.

Digelar di Benteng Vastenburg, Ini Daftar Pengisi Acara SIPA 2019 Hari Terakhir
Tribun-Video.com/Tri Hantoro
Penampilan seniman di hari pertama gelaran Solo International Performing Arts (SIPA) di Benteng Vastenburg, Kamis (6/9/2018). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Solo International Performing Arts (SIPA) 2019 telah dimulai pada Kamis (5/9/2019).

SIPA 2019 digelar selama tiga hari pada 5-7 September 2019 di Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah.

Tahun ini, SIPA mengambil tema Arts as a Social Action.

Telah berlangsung selama dua hari, SIPA 2019 telah menampilkan sejumlah seniman dari berbagai daerah.

Hari terakhir yang jatuh pada hari ini, Sabtu (7/9/2019), SIPA 2019 kembali menampilkan sejumlah delegasi seni.

Berdasarkan pantauan TribunTravel dari akun Instagram @sipafestival, setidaknya terdapat 9 seniman yang akan tampil malam ini.

Panggung Solo International Performing Arts (SIPA) saat pembukaan acara, Kamis (6/9/2018).
Panggung Solo International Performing Arts (SIPA) saat pembukaan acara, Kamis (6/9/2018). (Tribun-Video.com/Tri Hantoro)

Berikut daftarnya:

1. De Tradisi (Medan)

2. Senju Kabuki Dance Company (Jepang)

3. Folakatu Art Tidore (Tidore)

4. Pooja Mani of The Arts and The Aesthetics Foundation and Pooja Bhatnagar of Bali (India)

5. Bunga Band (Jakarta)

6. Mila Art Dance (Yogyakarta)

7. Chinese Youth Goodwill Association (Taiwan)

Setiap Tahun SIPA Selalu Digelar di Benteng Vastenburg, Kenapa?

8. Aceh Performance Art (Aceh)

9. Rion Five (Korea Selatan)

Sebagai informasi, gelaran SIPA 2019 hari ini akan dimulai pukul 19.00 WIB.

SIPA merupakan pertunjukan seni berskala internasional tahunan yang diadakan setiap September.

SIPA pertama kali digelar pada 2009 atas dasar masukan dari Joko Widodo alias Jokowi, yang saat itu menjabat sebagai walikota Surakarta.

Kemeriahan SIPA 2019 Hari Kedua, Hadirkan Tarian dari Taiwan hingga Selandia Baru

"Waktu itu Pak Joko Widodo walikotanya menginginkan adanya suatu event yang bertaraf internasional," kata Direktur SIPA, Irawati Kusumorastri, ditemui TribunTravel di Benteng Vastenburg, Rabu (5/9/2018).

Hal ini dikarenakan Kota Solo tidak memiliki sumber daya alam yang bisa 'dijual' kepada wisatawan.

LIHAT JUGA:

Cara Menuju Lokasi SIPA 2019 dari Bandara, Terminal dan Stasiun Kereta Api di Solo

"Mengingat Kota Solo itu adalah kota yang tidak punya sumber daya alam, jadi harus ada kreativitas dari sumber daya manusianya untuk menjadi daya hidupnya Kota Solo," jelas Ira.

Tak heran jika kemudian SIPA menjadi acara tahunan yang berhasil menarik perhatian wisatawan dunia.

(TribunTravel.com/Sinta Agustina)

Ikuti kami di
Penulis: Sinta Agustina
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved