Liburan ke Selandia Baru

Selandia Baru Larang Wisatawan Berenang dengan Lumba-lumba

Larangan untuk para turis berenang dengan lumba-lumba ini didasari dengan penelitan dari para ilmuwan yang bertajuk "loving the dolphins too much"

Selandia Baru Larang Wisatawan Berenang dengan Lumba-lumba
Ig/roadynz
Lumba-lumba di Bay of Islands, Selandia Baru 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pemerintah Selandia Baru menerapkan aturan baru yang melarang para turis untuk berenang dengan lumba-lumba di Bay of Islands, Pulau Utara, Selandia Baru.

Larangan untuk para turis berenang dengan lumba-lumba ini didasari dengan penelitan dari para ilmuwan yang bertajuk "loving the dolphins too much"

Dilansir oleh TribunTravel dari Lonely Planet, dalam penelitian tersebut menunjukkan interaksi manusia dengan lumba-lumba berdampak pada penurunan jumlah populasi lumba-lumba tersebut.

Sehingga demi kelangsungan dan kelestarian hidup lumba-lumba ini pemerintah Selandia Baru mengeluarkan larangan bagi turis untuk berenang bersama dengan lumba-lumba.

Panduan Mengemudi di Selandia Baru bagi Traveler, Perhatikan Aturan Jalan

7 Kuliner Khas yang Wajib Kamu Coba saat Liburan ke Selandia Baru

Aturan larangan berenang dengan lumba-lumba ini berlaku di Bay of Islands, Pulau Utara Selandia Baru.

Diketahui, Bay of Islands adalah sebuah kawasan yang memiliki sekitar 144 pulau yang terkenal dengan keindahan dari pesona lautnya yang menawan.

Menurut penelitian dari Departemen Konservasi, interaksi turis dengan lumba-lumba ternyata berdampak signifikan dengan jumlah lumba-lumba yang ada.

Karena lumba-lumba hidung botol akan menghabiskan sekitar 86 persen waktu mereka di siang hari untuk berinteraksi dengan pengunjung yang datang di satu kapal.

Tentu hal ini akan mempengaruhi waktu istirahat dan perilaku konsumsi binatang yang dikenal sangat akrab dan ramah dengan manusia ini.

Belum lagi, jumlah kapal yang melakukan perjalanan di kawasan Bay of Islands juga sangat tinggi.

Sehingga Departemen Konservasi Selandia Baru membatasi waktu interaksi turis dengan lumba-lumba ini dari 30 menit menjadi 20 menit pada satu kapal.

Selain itu, para turis hanya diperbolehkan menonton lumba-lumba pada pagi dan sore hari saja.

Sue Reed-Thomas, DOC Northern North Island Director of Operations mengatakan sangat untuk mengontrol sekelompok hewan liar yang terbiasa berenang bebas.

Belum lagi lumba-lumba adalah jenis binatang yang sering berenang ke arah kapal tanpa diminta atau disuruh, dan kamu tidak bisa menempatkan penghalang di sekitar mereka.

Populasi lumba-lumba hidung botol di Bay of Islands pun terhitung sangat sedikit, yang tercatat pada tahun 1999 berjumlah 270 ekor.

3 Warisan Dunia UNESCO di Selandia Baru yang Menarik untuk Dijelajahi

7 Tempat Wisata Instagramable di Wanaka Selandia Baru, Cocok Dijelajahi Pecinta Foto

Sedangkan pada saat ini, jumlah populasi lumba-lumba hanya tinggal 31 ekor saja.

Dengan alasan itulah aturan ini berlakukan.

Meski begitu, larangan berenang bersama lumba-lumba di Selandia Baru hanya berlaku bagi operator tur di Bay of Islands saja.

Beberapa kawasan di Selandia Baru masih memperbolehkan para turisnya untuk berenang bersama lumba-lumba.

Beberapa daerah di Selandia baru yang masih memperbolehkan wisatawan berenang dengan lumba-lumba seperti Kaikoura, Akaroa, Marlborough Sounds dan Tauranga.

BMKG Minta Warga Waspadai Potensi Gelombang Tinggi di Laut Selatan DIY Selama Enam Hari ke Depan

Itinerary Korea Selatan 3 Hari 2 Malam (Seoul-Busan)

11 Fakta Unik Korea Selatan, Dos and Donts ketika Liburan ke Negeri Gingseng

Fakta Unik Jepang, Adakan Festival Ribuan Pria Telanjang di Depan Umum

7 Kuliner Halal di Bali yang Tak Boleh Dilewatkan untuk Dicoba

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Ikuti kami di
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved