Breaking News:

13 Fakta Hari Raya Galungan dan Kuningan yang Dirayakan Umat Hindu di Bali

Sebelum menyaksikan secara langsung perayaan Galungan dan Kuningan di Bali, berikut 13 fakta Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Jagatnatha, Denpasar, Rabu (26/12/2018). Hari Raya Galungan merupakan hari kemenangan kebenaran (dharma) atas kejahatan (adharma) yang dirayakan setiap enam bulan sekali dengan melakukan persembahyangan di tiap-tiap pura. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Hari Raya Galungan di Bali dirayakan mulai Kamis (25/7/2019) mendatang.

Namun umat Hindu di Bali memulai persiapan Galungan sejak Senin (22/7/2019).

Galungan akan berlangsung selama beberapa hari, dan pada hari terakhir merupakan perayaan Hari Raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu (3/8/2019).

Tak seperti perayaan Nyepi, saat Galungan dan Kuningan, wisatawan yang berlibur di Bali bebas berkeliaran di pulau tersebut.

Namun tentu saja, wisatawan diharuskan menjaga sopan santun selama perayaan Galungan dan Kuningan berlangsung.

Sebelum menyaksikan secara langsung perayaan Galungan dan Kuningan di Bali, berikut 13 fakta Hari Raya Galungan dan Kuningan:

1. Hari Raya Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali

Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan, Denpasar, Sabtu (5/1/2019). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan) yang diperingati dengan melakukan persembahyangan bersama di setiap pura di Bali.
Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan, Denpasar, Sabtu (5/1/2019). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan) yang diperingati dengan melakukan persembahyangan bersama di setiap pura di Bali. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Perhitungan ini didasarkan pada perhitungan kalender Pakuwon.

Mengutip dari Bali Spirit, Galungan dimulai dengan Rabu Dunggulan, yaitu minggu ke-11 dari 210 hari kalender Pakuwon.

Dengan begitu, setiap tahunnya Galungan dirayakan dua kali, yang berjarak rata-rata tujuh bulan.

2. Dirayakan sejak 882 Masehi

Seorang umat Hindu sedang melaksanakan sembahyang saat Hari Raya Galungan di Griya Batur Giri Murti, Banjar Gelogor, Kelurahan Pemecutan, Denpasar, Rabu (5/4/2017).
Seorang umat Hindu sedang melaksanakan sembahyang saat Hari Raya Galungan di Griya Batur Giri Murti, Banjar Gelogor, Kelurahan Pemecutan, Denpasar, Rabu (5/4/2017). (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Tidak ada yang tahu secara pasti kapan Galungan dan Kuningan dirayakan pertama kali.

Namun diperkirakan telah dirayakan sejak 882 Masehi atau tahun Saka 804.

3 Tips Liburan di Bali Saat Hari Raya Galungan dan Kuningan

3. Makna Galungan dan Kuningan

Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali.
Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali. (instagram/mytourgraphy)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved