8 Hal yang Selalu Ada saat Hari Raya Galungan di Bali

Hari Raya Galungan dirayakan setiap enam bulan sekali atau 210 hari sekali, tepatnya pada hari Rabu Kliwon Wuku Dunggulan.

8 Hal yang Selalu Ada saat Hari Raya Galungan di Bali
Tribun Bali/Rizal Fanany
Umat Hindu melaksanakan persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan, Denpasar, Sabtu (5/1/2019). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan "Dharma" (kebenaran) melawan "Adharma" (kejahatan) yang diperingati dengan melakukan persembahyangan bersama di setiap pura di Bali. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Hari Raya Galungan dirayakan setiap enam bulan sekali atau 210 hari sekali, tepatnya pada hari Rabu Kliwon Wuku Dunggulan.

Pada saat itu dipercaya sebagai hari kemenangan dharma melawan adharma oleh umat Hindu.

Dalam perayaan hari yang suci ini banyak pernak-pernik atau kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Bali dalam menyambut Hari Raya Galungan ini.

Berikut delapan hal yang sering dijumpai saat Hari Raya Galungan.

1. Tape Ketan

Hari Raya Galungan selalu identik dengan tape ketan atau biasa disebut sebagai tape Galungan.

Seperti namanya tape ketan, tape ini memang dibuat menggunakan ketan dimana pembuatannya biasanya dilakukan saat penyekeban atau tiga hari sebelum galungan.

Selain ketan tape ini juga menggunakan ragi dalam proses permentasinya dan juga bawang putih untuk memberi aroma khas pada tape itu sendiri.

Biasanya pembuatan tape ini akan dilakukan pada suatu wadah yang dipinggirnya diisi daun pisang.

Kemudian wadah tersebut ditutup rapat dan dibuka saat penampahan Galungan yang selanjutnya digunakan sebagai sarana upakara saat Hari Raya Galungan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved