Breaking News:

Viral Ajakan Tantang Nyi Roro Kidul, Ini Penjelasan Ilmiah Mitos Pakai Baju Hijau di Parangtritis

Aksi menantang Nyi Roro Kidul itu dipelopori oleh pengguna Facebook bernama Alfi Syahr dan Andri Kamajaya.

en.wikipedia.org
Pantai Parangtritis 

TRIBUNTRAVEL.COM - Media Sosial sedang dihebohkan dengan undangan untuk menantang Nyi Roro Kidul pada Selasa 24 September mendatang.

Aksi menantang Nyi Roro Kidul itu dipelopori oleh pengguna Facebook bernama Alfi Syahr dan Andri Kamajaya.

Dalam rencananya, aksi menantang Nyi Roro Kidul diselenggarakan di Pantai Parangtritis dengan mengenakan baju berwarna hijau.

Dari pantauan Tribunjateng.com Minggu (20/7/2019) hingga pukul 10.15 WIB, acara di laman Facebook berjudul "Ayo ribuan orang Serbu ParangTritis pakai baju hijau" yang akan digelar Selasa 24 September 2019 pada pukul 10.00 WIB, sudah ada 14 ribu orang berencana hadir, dan 7.100 lainnya tertarik.

Terlihat bercanda, panitia menyebut, ia sebenarnya ingin mengadakan aksinya di area 51.

Area 51 adalah sebuah daerah terisolasi di bagian selatan Nevada, yang dimiliki oleh pemerintah Amerika Serikat, digunakan sebagai pusat pembangunan rahasia dan percobaan pesawat - pesawat tempur generasi baru.

Ia juga mencoba mengaitkan dengan kejadian di film Avengers End Games, soal orang-orang yang dilenyapkan oleh Thanos.

"Katanya pakai baju hijau ke parangtritis bisa ngilang. Apakah kalau ribuan orang yang pakai akan menghilang seketika seperti dijentik Thanos?

Tanggal dirubah-rubah supaya prediksi "Time Traveller Meme" tentang "Hilang Masal di Pantai Selatan" ga ada yang jadi kenyataan," tulis panitia.

Entah acara tersebut hanya sekedar candaan atau bukan, namun memakai baju hijau di daerah pantai tidak disarankan.

Bukan soal mitos Nyi Roro Kidul yang konon akan menenggelamkan orang-orang berbaju hijau, namun perlu diketahui, bahwa pada samudra yang luas, warna air di dekat daratan berkisar antara biru, hijau dan bahkan hijau kekuning-kuningan.

Pantai Selatan termasuk Pantai Parangtritis sendiri merupakan bagian dari samudera Hindia yang dekat dengan kepulauan Jawa.

Selain itu, dilansir dari www.superadventure.co.id, warna hijau dapat membuat hiu melakukan serangan.

Para peneliti ahli melakukan riset kepada 17 spesies hiu yang ditangkap di kawasan Australia Barat dan Queensland.

Riset tersebut dilakukan menggunakan teknik micro spectrophotometry.

Dari hasil riset di Australia diketahui sel batang ditemukan sebagai reseptor cahaya paling umum pada 17 spesies hiu yang diteliti.

Sel tersebut berada dalam retina yang sangat sensitif dengan cahaya guna memudahkan penglihatan dalam gelap saat malam hari.

Namun, sel batang pada retina hiu tidak mampu membedakan warna apa yang dilihat.

Sel dalam retina yang berfungsi membedakan warna obyek disebut sel kerucut. Adapun sel kerucut tersebut tidak ditemukan pada semua spesies hiu.

Dari total 17 spesies yang dikaji, 10 spesies diantaranya sama sekali tidak mempunyai sel kerucut.

Sementara pada 7 spesies yang lain memang ditemukan sel kerucut, namun hanya satu tipe dengan sensitivitas terhadap warna hijau saja.

Halaman
12
Sumber:
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved