Breaking News:

Mahalnya Harga Tiket Pesawat Jadi Penyebab Penurunan Kunjungan Wisatawan Domestik ke Bali

Penurunan wisatawan domestik karena harga tiket pesawat yang masih mahal, dan pembukaan jalan tol dari Jakarta

TRIBUN BALI/ M. FIRDIAN SANI
Penampakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) berbentuk ikan kelaparan di Pantai Segara, Sanur, Denpasar, Bali (18/4/2019). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan kunjungan wisatawan domestik (wisdom) mengalami penurunan meskipun pasca libur Lebaran 2019 dan memasuki liburan sekolah.

Menurutnya, penurunan itu disebabkan oleh harga tiket pesawat yang masih mahal, dan pembukaan jalan tol dari Jakarta hingga Jawa Timur.

“Besar sekali, kita kalau lihat sekarang penurunan month on month (Mei 2018 ke Mei 2019) sekitar 12 persen,” kata Cok Ace saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Rabu (19/6/2019).

Terhadap penurunan kunjungan wisatawan ke Bali Khususnya wisatawan domestik, pihaknya pun sempat memantau ke beberapa objek wisata yang biasanya ramai dikunjungi wisdom, namun belakangan ini nampak sedikit sekali yang berkunjung.

Untuk itu pihaknya berharap harga tiket pesawat yang mahal ini segera bisa teratasi sesuai dengan janji Presiden Jokowi.

Menurut data yang dimiliki Wagub Cok Ace, penurunan wisdom ke Bali sudah mencapai 20 sampai 30 persen.

Dikatakannya memang penurunan kunjungan wisatawan tidak 100 persen akibat kenaikan tarif pesawat, namun bisa juga akibat pembukaan jalan tol yang direct dari Jakarta sampai Jawa Timur.

“Kita melihat fenomena dengan dibukanya tol Jakarta-Jawa Timur, kebanyakan wisdom menaiki kendaraan pribadi tetapi tidak berakhir di Bali. Mereka kebanyakan berakhir sampai di Malang,” ujar pria asal Ubud, Gianyar ini.

Dengan jalan yang cukup baik sampai di Malang, sehingga wisdom tidak meneruskan perjalanannya sampai di Bali.

“Dengan lewat darat (libur) selama seminggu, mereka kemudian berhenti sampai di sana saja,” imbuhnya.

Maka dari itu, untuk menarik kunjungan hingga ke Bali, kedepan perbaikan infrastruktur Denpasar-Gilimanuk mesti segera diwujudkan untuk menyambung Trans Jawa-Bali.

Disisi lain dengan adanya penurunan kunjungan, semua pihak jadi terkena imbasnya, seperti hotel yang lebih terdampak adalah hotel bintang 3.

Kemudian objek wisata, seperti Tanah Lot dan objek-objek favorit lainnya.

Sedangkan untuk kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), Cok Ace menyebut hanya turis dari Jerman dan Amerika Serikat yang mengalami kenaikan namun volumenya juga relatif kecil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved