7 Hal Terlarang yang Dilakukan di New York

Sebagai kota terbesar di dunia, New York sering menjadi destinasi wisata luar negeri bagi sebagian orang.

pexels.com
Kota New York 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kota New York dianggap sebagai kota terbesar di dunia.

Sebagai kota terbesar di dunia, New York sering menjadi destinasi wisata luar negeri bagi sebagian orang.

Tapi tahukah kamu? ternyata Kota New York mempunyai beberapa hal yang dilarang untuk dilakukan lho.

Dilansir TribunTravel dari fodors.com, berikut 7 hal yang dilarang untuk dilakukan di Kota New York:

1. Berhenti di tengah trotoar

Ilustrasi trotoar di Kota New York
Ilustrasi trotoar di Kota New York (pexels)

Trotoar memang menjadi ruang publik, sehingga kamu bisa melakukan apa saja yang diinginkan.

Namun di Kota New York, trotoar lebih seperti jalan raya.

Dan hampir sama sekali tidak ada orang yang berhenti di tengah-tengah trotoar.

Tonton juga: 

Jika kamu berada di Kota New York, hal pertama yang harus kamu pahami adalah jangan berhenti di tengah trotoar.

Kamu bisa berhenti di dekat troatoar, di samping kotak surat, di bawah tenda dan di mana saja kecuali di tengah trotoar.

Bagi mereka yang berjalan dalam kelompok, jangan pernah berjalan bahu-membahu dan menghalangi seluruh trotoar.

Mereka yang tidak patuh berisiko ketukan siku yang menakutkan, mata jahat, atau sesuatu yang lebih buruk.

Melihat Kemegahan Candi Sewu, Destinasi di Klaten yang Tak Boleh Dilewatkan

Melihat Keindahan Masjid Al Safar Karya Ridwan Kamil

Rekomendasi Kuliner Murah di Ujung Berung, Cocok Jadi Menu Makan Siang

2. Larangan menggunakan jalur sepeda, kecuali mengendarai sepeda

Ilustrasi jalur sepeda di tengah kota
Ilustrasi jalur sepeda di tengah kota (pexels)

Seperti trotoar, jalur sepeda di Kota New York pada dasarnya juga jalan raya.

Itu berarti pejalan kaki, pengemudi, dan pengendara sepeda lainnya tidak boleh berhenti di tengah jalan.
Penumpang taksi harus berada di dekat jalur sepeda dan tidak membuka pintu mobil - selalu lihat dulu.

Atau lebih baik lagi, cari saja jalur trotoar yang jelas atau tempat aman lainnya untuk menepi.

3. Jangan berdiri di tengah-tengah eskalator

Ilustrasi eskalator
Ilustrasi eskalator (pexels)

Seperti di Eropa dan kota-kota global lainnya, eskalator terdiri dari dua "jalur" yang tersirat.

Sisi kanan adalah untuk berdiri; sisi kiri untuk menaiki tangga eskalator.

Pengunjung akan menemukan aturan yang tak terucapkan ini penting, terutama di beberapa stasiun kereta bawah tanah yang berharga yang sebenarnya memiliki eskalator.

Jadi minggirlah bagi para penumpang yang diperkirakan bergegas untuk melintas.

4. Jangan habiskan uang di Gerai Cepat Saji

Ilustrasi
Ilustrasi (pexels)

Jangan biarkan toko kotak besar yang terlalu akrab dan rantai makanan cepat saji mengganggu kamu.

Di Kota New York, salah satu fitur terbaik adalah restoran dan toko independen yang berlimpah.

Berjalan-jalanlah melintasi SoHo, Desa Barat atau Timur, Williamsburg, dan pada dasarnya setiap lingkungan lain untuk menemukan barang unik, barang buatan tangan, menu khas, dan banyak sekali barang eksklusif lain yang hanya ditemukan di kota khusus ini, di tempat tertentu itu.

5. Jangan gunakan Kartu Kredit

Ilustrasi kartu kredit
Ilustrasi kartu kredit (GOBankingRates)

Kota New York juga punya larangan yang sebaiknya tidak kamu langgar yakni larangan penggunaan kartu kredit.

Di Kota New York segala kegiatan transaksi berjalan dengan gaya kuno yakni menggunakan uang tunai.

6. Jangan terpaku pada obyek wisata populer

Patung Liberty
Patung Liberty (pexels)

Memang pada kunjungan pertama di Kota New York, kamu bisa melihat beberapa obyek wisata populer seperti Patung Liberty, Museum Seni Metropolitan, dan Carnegie Hall.

Dan untuk berikutnya ada baiknya kamu mengeksplor lebih dalam beberapa obyek wisata yang ada di New York.

7. Jangan ambil taksi yang ditumpangi orang lain

Taksi
Taksi (pexels)

Terlepas dari pilihan aplikasi taksi yang terus berkembang, di Kota New York, taksi kuning masih berkuasa.

Ketika kamu membutuhkan tumpangan cepat, kamu akan menemukan penghiburan transportasi ketika kamu melihat tanda atap menyala (menunjukkan taksi tersedia) dan menuju ke arah kamu.

Tetapi setiap warga New York memiliki taksi yang “dicuri” ketika seseorang berlari beberapa meter di depan mereka, meraih pintu, dan melompat masuk.

Mencuri taksi adalah karma buruk di kota ini.

Selain Mengatasi Stress, Ini 5 Manfaat Buah Lontar yang Baik untuk Tubuh

Zona Mati Terbesar Terlihat Pertama Kali dari Teluk Meksiko di Musim Panas

Daftar 5 Menu Makan Siang yang Menggugah Selera di Lamongan

Dijual Sebagai Obat Tradisional di Tiongkok, Populasi Kuda Laut Semakin Menurun

(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)

Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved