Kunjungan Turis ke Raja Ampat Menurun Akibat Mahalnya Harga Tiket Pesawat

Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, mengalami penurunan sekitar 30 persen karena tingginya harga tiket pesawat ke Papua

Kunjungan Turis ke Raja Ampat Menurun Akibat Mahalnya Harga Tiket Pesawat
KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo
Wisatawan menikmati pemandangan gugusan pulau karst dari Bukit Piaynemo, Desa Pam, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Senin (31/11/2016). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, mengalami penurunan sekitar 30 persen karena tingginya harga tiket pesawat ke Papua.

Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo di Waisai, Rabu (5/6/2019) mengatakan bahwa tingginya harga tiket pesawat ke Papua sangat mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Raja Ampat.

Dia mengatakan, mahalnya harga tiket pesawat menjadi keluhan insan pariwisata di seluruh wilayah Indonesia bukan hanya Kabupaten Raja Ampat.

Yusdi mengakui, setahun terakhir jumlah kunjungan wisatawan asing maupun domestik yang berkunjung ke Kabupaten Raja Ampat mengalami penurunan sekitar 30 persen.

"Banyak wisatawan yang sudah mendaftar untuk berkunjung ke Kabupaten Raja Ampat membatalkan kunjungan karena harga tiket pesawat sangat mahal," ujarnya.

Karena itu, dia berharap agar harga tiket pesawat ke Papua terutama kota Sorong dan Raja Ampat diturunkan dengan nilai yang wajar dan dapat dijangkau sehingga kunjungan wisatawan ke Raja Ampat meningkat.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat terus berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dengan melakukan promosi baik dalam maupun luar negeri serta menggelar berbagai Festival.

"Meskipun promosi dan berbagai event dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Raja Ampat, jika harga tiket pesawat tetap mahal target tidak akan tercapai," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tiket Pesawat Mahal, Kunjungan Wisatawan ke Raja Ampat Menurun.

Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved