Breaking News:

Ratusan Wisatawan Tersengat Ubur-ubur saat Liburan di Pantai Selatan Gunungkidul

Ratusan wisatawan terkena sengatan ubur-ubur sejak libur lebaran dimulai yaitu pada hari Senin hingga Jumat (7/6/2019) di pantai Selatan Gunungkidul.

Dokumentasi SAR Parangtritis
Ilustrasi: Ubur-ubur yang mulai bermunculan di Pantai Parangtritis sejak sepekan terakhir. Masyarakat utamanya wisatawan diharapkan untuk waspada terhadap hewan air yang berbahaya ini. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ratusan wisatawan terkena sengatan ubur-ubur sejak libur lebaran dimulai yaitu pada hari Senin hingga Jumat (7/6/2019) di pantai Selatan Gunungkidul.

Disinyalir para wisatawan masih belum banyak yang mengetahui ubur-ubur sehingga banyak yang mendekatinya dan memegangnya.

SAR Satlinmas Korwil II Kabupaten Gunungkidul mencatat dari hari senin 3-7 Juni korban terkena ubur-ubur mencapai 168 orang yang tersebar di berbagai pantai Gunungkidul

seperti pantai Drini, Pantai Sepanjang, Pantai Kukup, Pantai Watu Kodok, Pantai Nguyahan, Pantai Indrayanti.

 

Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Surisdiyanto mengatakan pada hari Jumat mencapai 29 orang, dan terbanyak korban terkena sengatan ubur-ubur pada hari Kamis lalu (6/6/2019).

Balon Udara Tradisional Liar Masih Ditemukan dan Mengganggu Keselamatan Penerbangan

Asyiknya Menelusuri Lorong Taman Bunga Celosia Bandungan, Banyak Spot Foto Menarik

Aneka Menu Sarapan Sehat yang Ampuh Turunkan Kolesterol saat Lebaran

TONTON JUGA :

"Terbanyak wisatawan yang terena impes (ubur-ubur) pada hari kamis di Sepanjang ada 35 orang, Watu Kodok sebanyak 4 orang, Pantai Krakal 17 orang, Pantai Drini 27 orang, Pantai Kukup 7 orang, Nguyahan ad 5 orang," Ucapnya, Jumat (6/6/2019).

Suris mengatakan saat ini obat yang dimilik oleh SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul stoknya telah menipis karena banyaknya wisatawan yang terkena sengatan ubur-ubur.

"Paling tidak stok obat bertahan selama dua hari, saya berharap ada bantuan obat-obatan. Kemungkinan pada hari Minggu wisatawan masih ada yang datang, kalau stok tercukupi kan bisa langsung diberikan pertolongan pertama bagi wisatawan yang terkena sengatan impes," katanya.

Ia menghimbau kepada wisatwan agar tidak menyentuh binatang laut yang tidak diketahui terutama untuk anak-anak.

"Patuhi himbauan-himbauan kami, jangan menyentuh binatang-binatang laut yang tidak diketahui karena ubur-ubur warnanya menarik bagi anak-anak jadi jangan disentuh," katanya.

IST/SAR SATLINMAS KORWIL II GUNUNGKIDUL

Tim SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul saat memberikan pertolingan pertama kepada wisatawan yang terkena sengatan ubur-ubur, Jumat (7/6/2019).
IST/SAR SATLINMAS KORWIL II GUNUNGKIDUL Tim SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul saat memberikan pertolingan pertama kepada wisatawan yang terkena sengatan ubur-ubur, Jumat (7/6/2019).

Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Marjono menambahkan impes berwarna biru, dan memiliki tentakel sehingga banyak anak-anak yang ingin menyentuhnya.

"Untuk reaksi orang yang terkena senagtannya efeknya berbeda-beda seperi gatal-gatal, kepanasan, sesak nafas, hingga pingsan. Kami menyediakan cairan amoniak dan asam cuka sebagai penawar racun dari senngatan ubur-ubur," katanya.

Sedangkan untuk kondisi gelombang pantai, Marjono mengatakan saat inni gelombang masih landai sehingga aman bagi wisatawan, namun ia tetap menghimbau bagi para wisatawan untuk tetap waspada.

"Kebanyakan kecelakaan laut terjadi karena wisatwan lengah dan asyik bermain air," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Ratusan Wisatawan Tersengat Ubur-ubur saat Liburan di Pantai Selatan Gunungkidul

Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved