TRIBUNTRAVEL.COM - Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Indonesian Chef Association (ICA) menyelenggarakan acara cooking on the street.
Acara bertajuk Ramadan Festival 2019 tersebut dilaksanakan di Tugu Yogyakarta, Minggu (26/5/2019).
Acar yang dimulai sejak pukul 13.00 tersebut dimeriahkan dengan berbagai perlombaan.
Beberapa perlombaan diantaranya adalah fruit carving dan flair bartender.
Ada sekitar 40 peserta yang mengikuti lomba fruit carving,yang terbagi dalam dua kategori, yaitu pemula dan profesional.
Sementara untuk flair bartender diikuti oleh 15 peserta, yang berasal dari umum dan sekolah pariwisata serta hotel dan cafe di DIY.
Tak hanya itu, dalam cooking on the street juga menyuguhkan live cooking bakmi Jawa 1000 porsi dan demonstrasi ice carving.
Pada puncaknya akan ada pembagian nasi kotak sebanyak 5.000 paket dari anggota ICA dan PHRI DIY.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan selain untuk berbagi di bulan Ramadan, cooking on the street juga secara tidak langsung mendongkrak pariwisata DIY.
"Karena ini bulan Ramadan tentu kami ingin berbagi. Di bulan Ramadan ini, okupansi hotel-hotel juga menurun, tentu ini juga jadi strategi untuk menarik wisatawan untuk datang ke Yogya. Wisata sekarang ini bukan hanya soal destinasi, tetapi juga kuliner," katanya di sela acara, Minggu (26/5/2019).
Selain untuk daya tarik wisata, cooking on the street juga menjadi ajang promosi profesi chef.
Ia menilai profesi chef menjadi profesi yang bisa diharapkan, karena memiliki tempat tersendiri.
• Bandara Internasional Adisutjipto Akan Siapkan 22 Penerbangan Tambahan untuk Mudik Lebaran
• Masjid Gede Mataram Kotagede, Saksi Sejarah Perkembangan Islam di Yogyakarta
• Mitos Batu Peramal Angkek-angkek, Orang yang Bisa Mengangkat Akan Terwujud Keinginannya
• 7 Makanan Kaya Protein untuk Menu Sahur agar Kenyang Lebih Lama
TONTON JUGA :
Sementara itu, Ketua ICA BPD DIY, Anton Yanwar menambahkan bahwa cooking on the street merupakan acara tahunan yang digelar oleh ICA.
Menurutnya dengan cooking on the street, para chef bisa merasa lebih dekat dengan konsumen.
"Ini sudah acara yang ke enam, tetap baru dua kali ini kami bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY. Konsep masih tetap sama, memasak di pinggir jalan. Karena dengan cooking on the street chef bisa dekt dengan konsumen, dan konsumen juga bisa datang sendiri, tidak perlu kita panggil," tambahnya.
Pihaknya pun akan terus mempertahankan konsep tersebut untuk menjalin kedekatan dengan konsumen.
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Cooking on the Street' Jadi Daya Tarik Wisata