Ramadan 2019

Mengenal Padusan, Tradisi Masyarakat Jawa untuk Menyambut Bulan Ramadan

Dalam menyambut Bulan Suci Ramadan, sebagian besar orang terlebih di daerah Jawa mengenal tradisi yang bernama Padusan.

Mengenal Padusan, Tradisi Masyarakat Jawa untuk Menyambut Bulan Ramadan
instagram/solohitsgram
Tradisi Padusan yang dilakukan menyambut Bulan Ramadan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Dalam menyambut Bulan Suci Ramadan, sebagian besar orang terlebih di daerah Jawa mengenal tradisi yang bernama Padusan.

Tradisi Padusan berasal dari kata dasar adus, yang artinya mandi.

Secara sederhana Padusan diartikan mandi dengan maksud penyucian diri agar dapat menjalani peribadahan di bulan suci Ramadan dalam kondisi suci (secara lahir).

Tradisi padusan yang dilakukan saat ini
Tradisi padusan yang dilakukan saat ini (kompasiana.com)

Padusan sendiri diyakini sebagai peninggalan leleuhur yang sudah dilaksanakan secara turun temurun.

Namun, kini sudah terjadi pergeseran dari warisan para leluhur tersebut, dimana para anak muda hanya memahami padusan sebagai mandi bersama satu ahri menjelang bulan Ramadan.

Tonton juga: 

7 Potret Liburan ala Faul, Juara Liga Dangdut Indonesia (LIDA 2019)

Kata-kata Menyambut Bulan Ramadhan, Bisa Dibagikan untuk Sahabat dan Keluarga

Pukul Pegawai Hotel di Surabaya, Pilot Lion Air Terancam Sanksi Tegas

Padahal, lebih dari itu, Padusan memiliki makna membersihkan jiwa dan raga sehingga bersih di dalam maupun di laur, sehingga benar-benar siap dalam menyambut bulan Ramadan yang suci.

Padusan juga bisa dimaknai sebagai media untuk merenung dan intropeksi diri atas kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu.

Wisata air yang ramai dikunjungi untuk tradisi Padusan
Wisata air yang ramai dikunjungi untuk tradisi Padusan (instagram/purbalinggaku)

Dengan begitu, akan tercipta kesadaran untuk memperbaiki diri di masa yang akan datang.

Karena itulah, sebenarnya padusan dilakukan di tempat yang sepi dan seorang diri.

Dengan keheningan yang ada, akan menambah keyakinan dan kesadaran untuk memasuki bulan Ramadan sebagi pribadi yang lebih baik lagi.

Namun, yang saat ini terjadi adalah kesalah kaprahan dalam memaknai padusan oleh sebagian masyarakat, dimana saat padusan hanya mengenakan pakaian ala kadarnya, dan bercampur dengan lawan jenis.

Kebun Raya Indrokilo Diresmikan, Bupati Boyolali Ajak Anak Muda Buat Cinderamata Khas

10 Manfaat Shalat Tarawih Bagi Kesehatan Tubuh, Termasuk Bakar Kalori

Mengenal Asal Usul Thai Tea, Teh Asal Thailand yang Punya Beragam Manfaat

Novotel Lampung Hadirkan Paket Bukber Rp 100 Ribu, Khusus Nama Rahmat Dapat Makan Gratis

5 Makanan Kaya Serat untuk Sahur, Bisa Bikin Kenyang Lebih Lama Saat Berpuasa

(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)

Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved