Mengenal Lebih Dekat Mame-maki, Tradisi Melempar Kacang untuk Mengusir Setan di Jepang

Mengenal Lebih Dekat Mame-maki, Tradisi Melempar Kacang untuk Mengusir Setan di Jepang

Mengenal Lebih Dekat Mame-maki, Tradisi Melempar Kacang untuk Mengusir Setan di Jepang
Youtube
ま め ま き / Mamemaki atau tradisi melempar kacang untuk mengusir setan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ada sebuah perayaan unik yang dilakukan orang Jepang setiap tanggal tiga Februari yang disebut “Setsubun”.

Pada perayaan ini orang jepang melakukan tradisi “Mame-maki”.

Pada tradisi ini seseorang akan berperan sebagai setan, sementara orang-orang lain akan melemparinya dengan kacang kedelai sambil merapal, "Fuku wa uchi, oni wa soto", yang berarti "Nasib baik masuklah, roh jahat keluarlah".

TONTON JUGA

Hal ini dipercaya dapat mengusir roh jahat dari rumah mereka/ohayojepang.kompas.com

Dengan mengusir roh jahat keluar, tindakan ini dipercaya dapat mendatangkan nasib baik selama setahun penuh. Selain dirayakan di rumah bersama keluarga, tradisi Mame-maki ini juga dilakukan di sekolah. Kadang kala tradisi ini dilaksanakan di tempat umum, seperti di pusat perbelanjaan atau di kuil.

Selain melakukan reka adegan pengusiran setan dalam ritual Setsubun ini, orang Jepang juga makan ehomaki yang dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan. Legenda menyebutkan bahwa seseorang yang makan ehomaki secara hening pada arah keberuntungan yang sudah ditetapkan setiap tahunnya, maka permohonan orang itu akan terkabul.

Tradisi memakan ehoumaki pada saat Setsubun bermula di Osaka. Kebiasaan ini menjadi kebiasaan nasional pada masa peralihan periode Edo ke Meiji. Ehomaki yang dimakan adalah sejenis sushi gulung yang terdiri dari telur, kampyo (irisan sejenis labu yang dikeringkan), jamur shitake, dan tahu koya.

Pada masa awal tradisi ini dilakukan bahan yang dimasukkan ke dalam ehomaki merupakan bahan mewah yang tidak dapat dimakan setiap hari. Oleh karena itu, pada zaman dahulu memakan ehomaki merupakan hadiah yang diberikan untuk diri sendiri atas kerja keras yang telah dilakukan selama setahun.

Dari beragam jenis sushi yang ada, tradisi ini memilih untuk menggunakan sushi gulung, karena bentuk hoso-nagai (silinder panjang) dipercaya sebagai bentuk yang membawa keberuntungan di JepangEhomaki harus dimakan secara utuh. Legenda mengatakan jika sushi ini dipotong dengan pisau, maka keberuntungan kita juga menjadi terpotong.

Acara Setsubun di kuil Osaka Tenmangu

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved