Breaking News:

Obon, Festival Orang Mati Jepang yang Kental Akan Aturan dan Keberadaan Arwah Nenek Moyang

Dilansir TribunTravel.com dari laman savvytokyo.com, Obon adalah festival musim panas menyambut kembalinya arwah leluhur ke dalam keluarga.

Savvy Tokyo
Festival Obon 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNTRAVEL.COM - Ada yang berbeda saat memasuki musim panas di Jepang.

Suasana negara sakura ini akan menjadi tenang, kereta api menjadi kosong dan pekuburan mulai bermekaran dengan bunga.

Saat itulah perayaan Obon akan mulai dilaksanakan.

Dilansir TribunTravel.com dari laman savvytokyo.com, Obon adalah festival musim panas menyambut kembalinya arwah leluhur ke dalam keluarga.

(savvytokyo)

4 Negara yang Melarang Warga Israel untuk Memasuki Kawasannya, Indonesia Masuk di Antaranya

Obon biasanya berlangsung selama empat hingga lima hari dan dianggap sebagai acara keluarga paling penting di Jepang.

Seringkali dibandingkan dengan Halloween di luar negeri, meskipun sangat berbeda dalam esensi dan praktek, itu adalah tradisi Jepang untuk menghormati nenek moyang dan orang yang dicintai yang telah meninggal dunia.

13 Agustus - Mukaebi

Obon dimulai dengan apa yang disebut praktik awalebi (menyambut api), di mana orang-orang membuat api unggun kecil di depan rumah-rumah mereka untuk membimbing roh setelah mereka kembali ke rumah.

yachbob
instagram.com/yachbob

5 Rumah Hantu Paling Menyeramkan di Jepang, Ada yang Berbentuk Sekolah sampai Virtual Reality

Mendekorasi altar almarhum dengan memorial kecil, buah-buahan, bunga dan permen Jepang juga merupakan bagian dari tahap persiapan awal - sebuah praktik yang digunakan untuk menawarkan benda-benda yang mereka nikmati selama masa hidup mereka.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved