Breaking News:

Siap Taklukkan 7 Gunung Tertinggi di Dunia, Mahasiswa Unsri Palembang Tak Hanya Kibarkan Merah Putih

Mafesripala Fakultas Ekonomi Unsri Palembang, Sumatera Selatan, melakukan ekspedisi ke tujuh puncak tertinggi di dunia.

Editor: Sri Juliati
miyaradventures.com
Gunung Kilimanjaro 

TRIBUNTRAVEL.COM - Organisasi mahasiswa pecinta alam Mafesripala Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatera Selatan, melakukan ekspedisi ke tujuh puncak tertinggi di dunia dalam rangka mengibarkan bendera Asian Games.

Sebelumnya pada 2017 lalu, Mafesripala telah berhasil menaklukkan puncak gunung tertinggi Indonesia di Gunung Cartenz Pyramid, Papua.

Dari keberhasilan tersebut, mereka kembali ingin menggaungkan nama Indonesia dengan mengibarkan bendera merah puih di enam negara lain.

Dua pendaki dari Mafesripala nantinya akan mendaki puncak Kilimanjaro, Afrika.

Keduanya yakni MA Bagus Nata (20) dan Muhammad Razaq (21).

M. A. Bagus Nata (20) dan Muhammad Razaq (21) anggota Mafesripala Universitas Sriwijaya yang akan menaklukkan puncak Kilimanjaro.
MA Bagus Nata (20) dan Muhammad Razaq (21) anggota Mafesripala Universitas Sriwijaya yang akan menaklukkan puncak Kilimanjaro. (KOMPAS.com/Aji YK Putra)

Keduanya dijadwalkan mulai melakukan pendakian pada 17 Mei 2018 nanti.

“Tanggal 15, kami sudah sampai di Afrika dan melakukan persiapan selama dua hari di sana,” kata Razaq kepada Kompas.com, Jumat (11/5/2018).

Razaq mengatakan, sebelum pendakian itu dimulai, mereka lebih dulu melewati beberapa seleksi.

Sebanyak 30 anggota dari Mafesripala sebelumnya mengikuti uji coba.

Bagus dan Razaq terpilih sebagai dua pendaki yang berangkat untuk menaklukkan gunung dengan ketinggian 5.895 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.

“Perkiraan pada pendakian nanti makan waktu delapan hari."

"Di puncak, akan dikibarkan bendera Merah Putih, bendera Asian Games, dan kain jumputan khas Sumsel,” ujarnya.

Dipilihnya Kilimanjaro sebagai gunung kedua untuk ditaklukkan, karena kondisi cuaca di sana kini sedang dalam kondisi normal.

Sehingga mereka pun memilih satu puncak tertinggi di dunia tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved