Breaking News:

AirAsia - Maskapai Ini Larang Penumpang Bawa Samsung Galaxy Note 7, Alasannya Mengejutkan

Traveler, bagi kamu yang sering mengunakan transportasi udara alias pesawat, ada peraturan baru yang wajib kamu tahu loh.

pegipegi.com/galaxynote7info.com
AirAsia 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Apriani Alva

TRIBUNTRAVEl.COM - Traveler, bagi kamu yang sering mengunakan transportasi udara alias pesawat, ada peraturan baru yang wajib kamu tahu loh.

Maskapai penerbangan AirAsia dan AirAsia X melarang penggunaan dan pengisian baterai Samsung Galaxy Note 7 pada penerbangan mereka.

But, keep calm guys, bukan berarti kamu tak bisa membawa smartphone yang satu ini.

Penumpang AirAsia dan AirAsia X bisa membawa Samsung Galaxy Note 7 namun diharuskan mematikan perangkat tersebut hingga turun dari pesawat.

Tak hanya itu guys, maskapai ini juga tidak memperkenankan penumpang membawa perangkat Samsung Galaxy Note 7 di dalam bagasi.

Aturan ini disampaikan melalui akun media sosial Facebook kemarin, Sabtu (10/9/2016).

Sayangnya hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut dari pihak maskapai.

Berdasarkan pantauan TribunTravel.com, otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA), mengeluarkan pernyataan seputar Samsung Galaxy Note 7.

Menurut FAA, smartphone buatan negeri gingseng kini dikategorikan sebagai benda berbahaya yang bisa menimbulkan percikan api (fire hazard) saat di udara.

Otoritas meminta penumpang pesawat terbang tidak menghidupkan Samsung Galaxy Note 7.

Penumpang juga tidak diijinkan menggunakan Samsung Galaxy Note 7 dalam pesawat sepanjang penerbangan.

Tak hanya AirAsia, Singapore Airlines juga mengeluarkan larangan yang sama lho.

Baca juga: Singapore Airlines - Maskapai Ini Larang Penumpang Gunakan Samsung Galaxy Note 7, Alasannya?

Berdasarkan informasi yang dirangkum TribunTravel.com, beberapa kecelakaan berupa kebakaran terjadi karena Samsung Galaxy Note 7.

Dalam kurun waktu dua pekan, puluhan Samsung Galaxy Note 7 dilaporkan meledak, seperti dilansir dari Kompas.com.

Di Florida, AS, sebuah Jeep Grand Cherokee meledak, diduga pemilik kendaraan meninggalkan Galaxy Note 7 miliknya dalam mobil dengan keadaan di-charge di konsol tengah mobil.

Dilansir dari media yang sama namun berbeda artikel, kasus Galaxy Note 7 terbakar menimpa seorang warga Australia yang tengah menginap di sebuah hotel di wilayah kota Perth.

Tham Hua tengah menancapkan Galaxy Note 7 miliknya ke charger untuk mengisi baterai sambil ditinggal tidur.

Gara-gara kerusakan tersebut, Tham Hua dikenai tagihan senilai 1.800 dollar Australia atau Rp 18 juta oleh pihak hotel.

Namun beruntung setelah mengadu kepada Samsung.

Tham Hua mengatakan pihak pabrikan asal Negeri Ginseng itu akan menanggung semua kerugian.

Tham Hua juga diberikan ponsel pengganti Galaxy J1 untuk sementara waktu.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved