Mereka bahkan mempertahankan cara hidup dan keunikan genetis dengan menggunakan sanksi sosial dan aturan yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Komunitas Brokpa terpusat di 4 desa
• Hidup Berpindah-pindah, Ini 4 Suku Nomaden yang Masih Bertahan di Tengah Modernisasi
Menurut para sejarawan, pada 1991, hanya ada sekitar 1.900 Brokpas yang hidup, dan mereka terpusat di 4 desa Ladakh.
Individu-individu ini sangat menonjol dalam ras dan etnis.
Oleh karena itu, mereka adalah komunitas yang erat dan mengasingkan diri secara perlahan dari dunia luar.
Ketika seorang gadis menikah di luar kasta atau kelompok etnis mereka, maka dia tidak diizinkan memasuki desa.
4. Pemerintah melakukan intervensi dan menjadikan desa ini sebagai tempat tujuan wisata
• Kota Monowi, Satu-satunya Kota di Amerika Serikat yang Hanya Mempunyai Satu Penghuni
Awalnya, tidak ada orang asing yang boleh memasuki desa-desa ini.
Tapi kemudian pemerintah India melangkah masuk dan membukanya sebagai tempat untuk pariwisata.
Orang-orang yang mengunjungi desa-desa ini penasaran dengan penampilan orang-orang yang tinggal di sini karena mereka memiliki ciri khas yang unik, rambut pirang bermata biru dengan kecerdasan dan nilai-nilai unggul.
5. Banyak wanita tertarik dengan pria di sini untuk mendapat keturunan
• 5 Jajan Murah dan Enak di Jogja, Harga di Bawah Rp 10 Ribu, Ada Leker BBQ Cheese Smoked Beef
Meskipun ini terdengar gila, diyakini bahwa perempuan dari berbagai negara di seluruh dunia datang ke desa ini.
Tujuan mereka tak lain ialah untuk mendapat keturunan dari orang-orang lokal karena mereka dianggap ras Arya murni.
6. Menjadi tempat bisnis
• 6 Destinasi di Sumatera Utara untuk Kamu yang Berjiwa Petualang, dari Air Terjun hingga Kawah Putih
Setelah banyaknya kasus wanita yang mengaku bahagia dihamili oleh pria setempat, desa ini sekarang menjadi tempat bisnis.
Tempat ini dijadikan sebagai wisata bagi wanita yang ingin hamil dan mendapat keturunan dari suku Arya.
TribunTravel.com/rizkytyas