Breaking News:

Hidup Berpindah-pindah, Ini 4 Suku Nomaden yang Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Di era yang sudah modern seperti sekarang ini, masih ada beberapa suku atau kelompok masyarakat yang masih berpindah-pindah?

againstthecompass.com
Qashqai, suku nomaden di Iran. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Suku Kochi di Afghanistan, Tlingit di Amerika Serikat, maupun Badui di Arab masih mempertahankan gaya hidup nomaden di tengah-tengah modernisasi.

Kita semua memiliki aktivitas yang menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Seperti sekolah, bekerja, hanging out bersama teman, makan bareng, nonton bioskop, hingga akhirnya menutup hari dengan tidur di ranjang kita yang nyaman.

Namun pernahkah kamu membayangkan, sebenarnya di era yang sudah modern seperti sekarang ini, masih ada beberapa suku atau kelompok masyarakat yang masih berpindah-pindah?

Gaya hidup suku ini disebut nomaden, sehingga suku tersebut juga dijuluki nomad.

Mereka berpindah-pindah untuk bertahan hidup dengan beberapa cara.

Seperti berburu dan mengumpulkan makanan, menggembala ternak, atau seniman yang menjual karya-karya mereka.

Jumlah anggota suku nomaden di dunia ini mencapai angka jutaan jiwa.

Kali ini, TribunTravel.com merangkum empat suku nomaden di dunia dari laman The Culture Trip.

1. Bedouin/Badui/Badawi

(myjewishlearning.com)
2 dari 4 halaman

Dengan nama yang berarti 'penghuni gurun' dalam bahasa Arab, tidak mengherankan jika orang Badawi memiliki gaya hidup nomaden.

Sebagai satu dari kelompok nomaden terbesar, ada sekitar 21 juta orang Badawi

Secara tradisional mereka beternak kambing dan unta.

Dunia modern memang telah menarik banyak orang Badawi dari gaya hidup tradisional nomaden, tetapi mereka yang tinggal di daerah perkotaan masih berupaya untuk menjaga budaya suku aslinya.

Orang-orang Badawi telah hidup di padang pasir setidaknya selama satu milenium.

Mereka selalu bergerak mencari sumber air, dan bahasa Arab yang mereka tuturkan konon merupakan salah satu bentuk bahasa yang paling murni.

2. Tlingit

(britannica.com)

Dulunya, anggota suku Tlingit memang jauh lebih besar.

Namun, seperti kebanyakan kelompok pribumi di benua Amerika, anggota suku Tlingit berkurang drastis karena penyakit yang dibawa oleh penjelajah Eropa.

Namun, sebuah komunitas Tlingit yang beranggota sekitar 15.000 orang masih memegang tanah dan tradisinya di sebuah daerah tepat di perbatasan Alaska dan British Columbia.

3 dari 4 halaman

Tlingit merupakan masyarakat pemburu-pengumpul makanan, dengan sistem perikanan yang rumit yang menjaga ketersediaan makanan mereka.

Makanan, tidak mengherankan, merupakan fitur penting dari budaya, dan mereka bergantung pada diet bervariasi yang terdiri dari ikan, anjing laut dan rumput laut, buah beri, dan tanaman lain dari hutan.

Saat ini, sebagian besar orang Tlingit tidak lagi mengikuti cara hidup yang lama.

3. Kochi

(//everythinghasalocation.blogspot.com)

Orang Kochi adalah sekelompok penggembala sekaligus pengembara yang tinggal di Afghanistan.

Sekarang, ada sekitar 2,4 juta anggota suku Kochi, sekitar 1,5 juta di antaranya masih mempertahankan gaya hidup nomaden.

Mereka beternak domba dan kambing kemudian menjual daging, wol dan produk susunya untuk membeli makanan lain untuk menopang kehidupan keluarga mereka.

Namun, konflik berkepanjangan yang terjadi di Afghanistan telah mengganggu pola migrasi tradisional mereka.

Sementara dalam beberapa hal mereka masih tidak terpengaruh dunia modern.

Kaum Kochi secara tradisional memainkan peran penting dalam masyarakat Afghanistan hingga ini.

4 dari 4 halaman

4. Qashqa’i

(markjisaacs.com)

Qashqa'i adalah kelompok pengembara Turki yang bersifat pastoralis, yang saat ini kebanyakan tinggal di Iran dan bertutur dengan bahasa Persia selain bahasa asli Turki mereka, Qashqa’i.

Meskipun banyak Qashqa’i sekarang yang hidup menetap, mereka memiliki sejarah lisan yang sangat kuat.

Bahkan, asal-usul Qashqa'i berasal dari abad 11 atau 12 di Asia Tengah.

Qashqa'i sangat terkenal dengan hasil tenun dan karpet mereka, yang terbuat dari wol Shiraz khusus,

Warna tenun dan karpet Qashqa'i lebih cerah dan lembut daripada produk dari tempat lain di negara ini.

Ada sejumlah suku yang berbeda di dalam kelompok Qashqa'i, dan total ada sekitar 1,5 juta jiwa anggota.

(TribunTravel.com/Rizki A. Tiara)

Selanjutnya
Sumber: Tribun Travel
Tags:
AfghanistanAmerika SerikatAlaskaTurki Quincy Jones Pager (Beeper) Kuzu Tandır Inegol Kofte Arda Guler
BeritaTerkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved