Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Mata Lokal Travel

Serunya Berkemah di Lembah Datu, Camping Ground di Lombok Tengah NTB dengan Latar Gunung Rinjani

Penulis: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lembah Datu Camping Ground. Lembah Datu menyajikan pemandangan spektakuler dari perbukitan dengan latar megah Gunung Rinjani.

TRIBUNTRAVEL.COM - Lembah Datu Camping Ground menjadi salah satu tujuan wisata di Lombok Tengah.

Tersembunyi di balik lebatnya Hutan Gelogor, Lembah Datu berada sekitar dua kilometer dari Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Rarung.

WISATA LOMBOK - Wisata Lembah Datu Camping Ground di tengah hutan Gelogor di Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. (Istimewa)

Hal ini membuat Lembah Datu cocok dijadikan destinasi wisata berbasis alam dan edukasi.

Dengan luas mencapai 50 are, Lembah Datu menyajikan pemandangan spektakuler dari perbukitan yang menghadap langsung ke hamparan persawahan, aliran sungai jernih, tebing-tebing alami, hingga latar megah Gunung Rinjani.

Baca juga: Pesona Pantai Pink di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur yang Membius Mata

Yang menjadikan Lembah Datu istimewa bukan hanya keindahan panoramanya.

Kawasan ini juga memiliki fasilitas camping ground yang mampu menampung hingga 80 tenda.

LIHAT JUGA:

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari tren berkemah yang semakin digemari masyarakat, khususnya di Lombok.

Tidak hanya menyajikan suasana malam di tengah hutan, Lembah Datu juga menghadirkan berbagai aktivitas seru dan edukatif.

Beberapa kegiatan yang ditawarkan antara lain jungle walk, cooking class, river walk, hingga rappelling di tebing setinggi 45 meter dengan kemiringan sekitar 50 derajat, sebuah tantangan menarik bagi para pencinta adrenalin.

Menurut Halki, selaku pengelola, konsep dasar dari semua kegiatan di Lembah Datu adalah edukasi berbasis alam.

Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan cooking class, misalnya, peserta diajak untuk langsung mencari bahan masakan dari alam sekitar, menciptakan pengalaman yang menyatu dengan lingkungan.

Lembah Datu Camping Ground. (Instagram/lembah.datu.official)

Untuk aktivitas rappelling, semua perlengkapan keselamatan telah disiapkan dan peserta akan dibimbing oleh tim yang berpengalaman.

Topografi lembah ini berada pada elevasi 395 meter di atas permukaan laut, yang memberikan pengunjung sensasi menginap di atas alam terbuka, tepat di antara barisan perbukitan dan aliran sungai yang bersumber langsung dari pegunungan.

Sejak diresmikan pada 10 Januari 2024, kawasan yang sebelumnya dianggap terpencil dan terisolasi kini mulai terbuka dan semangat masyarakat dalam mengembangkan potensi pariwisata lokal pun meningkat.

Pengunjung bisa melakukan reservasi berkemah melalui media sosial resmi pengelola. 

Harga tiket masuk ke kawasan ini cukup terjangkau, hanya Rp 10.000 per orang dan Rp 3.000 untuk parkir. 

Jika ingin menyewa tenda, tersedia paket mulai dari Rp 150.000 untuk dua orang dan Rp 200.000 untuk tiga orang.

Baca juga: Pesona Air Terjun Asin di Pantai Nambung Sekotong Lombok Barat yang Bikin Penasaran

Untuk lokasinya, Lembah Datu berada di Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Untuk mencapai lokasi, pengunjung bisa mengambil jalur dari pertigaan Pemepek menuju Masjid Kuno Sedau, kemudian lanjut ke SMKN 1 Pringgarata. 

Dari sini, ada dua pilihan jalan menuju Dusun Gelogor. 

Pengelola juga telah mendaftarkan lokasi Lembah Datu di Google Maps untuk memudahkan navigasi.

Ilustrasi camping. (Unsplash/Dave Hoefler)

Tips Berkemah saat Musim Hujan

Memasuki musim penghujan pastikan mempersiapkan peralatan sebelum berkemah di alam.

Simak tips camping di musim hujan agar tetap nyaman, dikutip dari Kompas.com.

1. Pilih area berkemah 

Pilih lokasi yang jauh dari genangan air, parit atau area dengan bekas air hujan di sekitarnya. 

Pastikan tempat perkemahan setidaknya berjarak 200 kaki dari sungai, atau danau. 

Titik datar dan tinggi adalah posisi terbaik.

Carilah fitur alami seperti pohon, batu besar, atau semak-semak yang dapat membantu tenda dan terpal tetap kering.

Posisikan pintu tenda menuruni bukit sehingga tidak mendapatkan air hujan atau lumpur yang masuk dan mengalir ke bagian dalam tenda.

Baca juga: Tiket Pesawat Murah Jakarta-Lombok Tanpa Transit: Terbang Akhir Pekan Juni 2025 Mulai Rp 940 Ribu

2. Membuat tali jemuran

Ketika musim hujan pastikan membuat tali jemuran untuk mengeringkan pakaian yang basah. 

Jika tidak ada matahari gantung di dalam tenda atau terpal, biarkan mengering saat tidur agar terhindar dari jamur.

3. Ventilasi tenda

Supaya tenda tetap kering di tengah hujan pastikan ventilasi dalam tenda baik. 

Aliran udara yang tepat agar tidak lembap.

Pasang terpal terlebih dahulu untuk melindungi tenda agar tetap kering.

Jangan membawa barang basah ke dalam tenda.

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Lombok Punya Hidden Gem yang Tak Kalah dari Ubud, Selamat Datang di Lembah Datu.