Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Rencana Wisata

Itinerary Semarang 3 Hari 2 Malam dari Jakarta: Bujet Rp 1,2 Juta Termasuk Wisata Hits dan Kereta PP

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GRAND MAERAKACA SEMARANG - Anjungan Kota Semarang adalah salah satu Anjungan Daerah di Taman Mini Jawa Tengah, yaitu Grand Maerakaca. Anjungan ini menampilkan beberapa arsitektur rumah adat di Jawa Tengah salah satunya rumah adat khas Kota Semarang.

Nikmati sarapan di hotel.

Setelah sarapan, kamu bisa langsung menuju Lawang Sewu, satu bangunan paling ikonik di Semarang. 

Dibangun pada masa kolonial Belanda, bangunan ini dulunya adalah kantor pusat perusahaan kereta api Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Namanya “Lawang Sewu” berarti “Seribu Pintu”, meski sebenarnya jumlah pintunya tidak mencapai seribu.

Arsitektur art deco Eropa-nya sangat memukau, dan suasana historisnya membuat kita seolah dibawa kembali ke masa lalu. 

Harga tiket masuk Lawang Sewu Rp 35.000.

Replika Candi Borobudur di Grand Maerakaca, Semarang, Jawa Tengah (Instagram/grandmaerakaca)

Lanjutkan perjalanan ke Grand Maerakaca, taman tematik yang terletak di kompleks PRPP (Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan). 

Tempat ini dikenal sebagai “Taman Mini Jawa Tengah”, karena di dalamnya terdapat miniatur rumah adat dari 35 kabupaten/kota di provinsi ini.

Tiket masuk Grand Maerakaca Rp 20.000.

Siang

Soto Bangkong enak untuk makan siang. (Instagram/soto_bangkong_semarang)

Saat perut mulai lapar, waktunya menikmati santapan legendaris di Soto Bangkong, yang terletak tak jauh dari pusat kota. 

Tempat ini sudah berdiri sejak tahun 1950-an dan terkenal dengan kuah beningnya yang gurih serta suwiran ayam kampung yang lembut.

Bujet makan siang Rp 50.000.

KELENTENG SAM POO KONG - Kelenteng Sam Poo Kong adalah satu tempat wisata sejarah di Semarang, Jawa Tengah. (Enricodotcom, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

Setelah makan siang, lanjutkan wisata budaya ke Klenteng Sam Poo Kong, satu destinasi yang paling populer di Semarang. 

Bangunan klenteng ini merupakan peninggalan Laksamana Cheng Ho, seorang pelaut Muslim asal Tiongkok yang konon pernah mendarat di Semarang pada abad ke-15.

Halaman
1234