Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Mata Lokal Travel

Wisata Perkampungan Tua di Pulau Buluh, Kepri Penuh Sejarah, Intip Daya Tariknya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Potret perlombaan di Bulang Fun Day di Pulau Buluh, Bulang, Batam, Selasa (30/8/2022).

TRIBUNTRAVEL.COM - Kepulauan Riau memang memiliki sederet destinasi yang menarik untuk dikunjungi.

Satu di antaranya yakni Pulau Buluh.

Festival Jong di Pulau Buluh Batam yang digelar untuk merayakan HUT RI diikuti ratusan peserta, Selasa (16/8/2022). Tak hanya warga Pulau Buluh, peserta juga datang dari Pelalawan dan Bengkalis Riau, Karimun hingga Tanjungpinang. (tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)

Lokasi Pulau Buluh berada di pesisir Pulau Batam.

Wilayah ini terkenal memiliki nuansa perkampungan tua yang eksotis.

Baca juga: Harga Tiket Masuk Taman Safari Bogor Terbaru April 2025, Nikmati Safari Siang & Malam yang Seru

Penamaan Buluh diambil dari banyaknya pohon bambu yang tersebar di pulau.

Buluh sendiri merupakan sebutan dari pohon bambu bagi masyarakat setempat.

Berangkat dari latar belakang tersebut, masyarakat setempat kerap menyebutnya sebagai Pulau Buluh.

Menariknya, ada cukup banyak hal di Pulau Buluh yang bisa dinikmati wisatawan selagi berkunjung.

Di sini terdapat berbagai jenis ekowisata yang dapat dinikmati oleh para wisatawan seperti tempat penangkaran buaya dan tempat budidaya tanaman anggrek dengan berbagai beragam jenisnya.

Baca juga: Itinerary Padang 3 Hari 2 Malam dari Bukittinggi: Jelajah Pantai & Kuliner Enak, Bujet Rp 1 Juta

Selain itu, panorama di sekitar lautan Pulau Buluh ini juga tak kalah indahnya.

Dari kejauhan tampak perairan berwarna biru kehijauan yang begitu mendominasi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Raja Heri Mokhrizal menyebutkan, sejumlah pulau di Batam menarik untuk dikunjungi.

Pulau Buluh merupakan sebuah pulau kecil yang terdapat di pesisir Pulau Batam yang menawarkan pesona alam dan perkampungan tua yang menarik. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Maka dari itu, menurutnya, untuk mengembangkan suatu destinasi wisata, ada tiga hal yang harus dipikirkan.

"Pertama, aksesibilitas, amenitas dan atraksi. Aksesibilitas, itu bagaimana ke kesannya, Amenitas, apa yang di sana dan fasilitasnya apa saja untuk memudahkan wisatawan. Kemudian Atraksi. Atraksi itu ada tiga. Diantaranya, alam, budaya dan buatan," katanya.

Ia melanjutkan, destinasi wisata Pulau Akar juga bisa didukung atraksi budaya, misalnya Festival Pulau Akar atau ada lomba mancing, lomba dayung dan nyelam.

Baca juga: Info Lengkap Harga Tiket Masuk Lontar Sewu, Wisata Favorit di Gresik yang Murah Meriah

Halaman
1234