Pembelinya mayoritas berasal dari wilayah Magelang.
Juga ada dari luar provinsi seperti DI Yogyakarta.
“Setiap hari pasti ada orang yang heran, kok bisa murah banget. Kalau ditanya rugi, ya nggak. Alhamdulillah, rezekinya cukup saja,” katanya.
Baca juga: 4 Hotel Murah di Mendut Magelang, Lokasi Dekat Candi Borobudur dan Candi Mendut
Atik mengaku tidak memiliki resep khusus dalam meracik hidangan yang ia jajakan.
Namun menurut pengunjung, mi ayam buatannya terkenal segar dan kuahnya tak membuat tenggorokan enek.
Dia melanjutkan, setiap hari dirinya mampu menjual 4 kilogram mi dan 3 kilogram ayam yang diolah menjadi ratusan porsi mi ayam.
Meski harga yang ia patok sangat terjangkau, usaha ini tetap memberinya penghasilan yang cukup untuk membantu perekonomian keluarganya.
Baginya, keuntungan sedikit yang disyukuri jauh lebih berharga daripada mengeluh tanpa kerja.
"Alhamdulilah nggak (rugi). Dari pada aku nggak kerja, jadi sedikit-sedikit aja disyukuri. Saya perhari dapat hasil bersih Rp 200-150 ribu," katanya.
Berawal dari kesulitan ekonomi
Ide untuk menjajakan mi ayam murah tidak muncul begitu saja.
Menurut Atik, gagasan ini berawal dari pengalamannya menghadapi kesulitan ekonomi.
Atik masih ingat masa ketika ia belum bekerja mengelola warung mi ayam.
Saat itu, ia hanya mengandalkan gaji suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan.
Atik pernah membeli mi ayam seharga Rp 13.000 kemudian dibagikan ke seluruh anggota keluarganya di rumah.
Baca tanpa iklan