TRIBUNTRAVEL.COM - Kabupaten Karawang memiliki sejumlah destinasi yang menarik untuk dikunjungi.
Bahkan selagi mengunjungi Karawang, kamu bisa menemukan banyak wisata alam.
Satu di antaranya yakni Danau Cinta Walahar.
Danau Cinta Walahar bisa dibilang sebagai salah satu destinasi wisata hits di Karawang.
Baca juga: Outbond Seru di Pondok Zidane, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Cek Tarifnya
Dulunya tempat ini dikenal sebagai Danau Kalimati.
Hal itu dikarenakan kondisi danau yang memprihatinkan.
Bahkan aliran air di danau tersebut tidak mengalir dengan baik.
Namun kondisi danau yang buruk berubah ketika Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Cikampek melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bersama warga setempat mengubahnya menjadi lokasi wisata.
Program ini bertujuan untuk mengubah Danau Cinta, yang sebelumnya dianggap sebagai "Danau Kalimati", menjadi ekosistem yang berkelanjutan serta memberdayakan masyarakat sekitar.
Baca juga: Suguhkan Wisata Alam dan Spot Instagramable, Kunjungi Hutan Kertas di Ciampel, Karawang, Jawa Barat
Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB), Deny Djukardi, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk kehidupan yang lebih berkelanjutan.
"Kami ingin melestarikan, mengembangkan, dan memastikan lingkungan sekitar, termasuk lingkungan kerja Patra Niaga, dapat tumbuh baik secara lingkungan maupun sosial," jelas Deny Djukardi usai peresmian program tersebut.
Deny Djukardi berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan dan kualitas lingkungan.
"Program TJSL ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan lingkungan, seperti pengelolaan sampah, pemanfaatan eceng gondok sebagai biogas atau energi bersih, serta usaha-usaha kreatif lainnya seperti pengembangan UMKM," tambahnya.
Deny Djukardi juga menekankan pentingnya kerja sama dengan kelompok sadar wisata dan UMKM lokal.
Deny Djukardi menambahkan bahwa pada tahun 2024, Pertamina berharap program ini dapat memberikan manfaat besar dalam melestarikan lingkungan dan mengembangkan ekonomi kreatif di Desa Walahar.
Baca juga: Taman Cas Cis Cus, Tempat Wisata Keluarga di Cibentang, Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
"Tempat ini sangat sesuai dengan tujuan program TJSL kami. Kita bisa berkolaborasi, khususnya dengan kelompok Walahar Kreatif untuk mengembangkan potensi lingkungan melalui pengolahan air dan aspek sosial dengan pengembangan UMKM," jelasnya.
Lebih lanjut, Deny Djukardi menjelaskan bahwa Danau Cinta yang sebelumnya dianggap sebagai "danau kalimati" kini telah berubah menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi di Desa Walahar.
"Tempat ini sangat representatif untuk kita kelola bersama dengan tujuan yang baik," ujarnya.
Fuel Terminal Manager Cikampek, Syahwin A. Saleh, yang mewakili manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, menyatakan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan yang muncul sejak masa pandemi Covid-19, seperti terbatasnya akses lapangan kerja, permasalahan di Sungai Citarum, dan potensi desa yang belum tergali secara optimal.
"Kami melihat potensi di Walahar ini sangat strategis, dengan daya tarik wisata heritage seperti bendungan, Sungai Citarum, dan kuliner lokal," ujarnya.
Program "Ngabedahkeun Walahar" dimulai sejak tahun 2020 sebagai hasil kolaborasi antara Pertamina dan kelompok "Walahar Kreatif".
Syahwin menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kerja keras bersama melalui berbagai proses dan diskusi yang akhirnya mencapai tahap ini.
"Ini adalah wujud kerja sama positif antara kami dan Walahar Kreatif," tambahnya.
Baca juga: Legenda Coban Rondo di Pujon, Malang, Jatim, Namanya Dikaitkan dengan Istilah Janda
Program ini akan menjadi pusat pembelajaran dan sentra bagi masyarakat dengan berbagai fasilitas seperti workshop, pusat kuliner, pusat UMKM, dan instalasi panel surya sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan energi.
Selain itu, program ini juga mencakup pemanfaatan eceng gondok sebagai sumber energi bersih bagi masyarakat, yang memberikan dampak positif dari sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan, termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca dan limbah eceng gondok.
"Ini adalah upaya kami untuk memberikan motivasi kepada masyarakat dari sisi positif demi kesejahteraan mereka," jelas Syahwin.
"Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Walahar dengan dukungan dari seluruh elemen," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karawang, Ridwan Salam, menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini.
"Saya yakin betul Pertamina dan kami dapat bekerja sama dengan sangat baik. Kami akan mendukung sepenuhnya, khususnya penerapan teknologi yang tengah dikembangkan di sini," ujar Ridwan.
Ridwan juga menyebutkan bahwa pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai dinas terkait, seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta Dinas Lingkungan Hidup, untuk mengembangkan praktik-praktik baik ini di berbagai tempat lainnya.
"Semoga kolaborasi ini dapat kita terapkan di beberapa lokasi lainnya," pungkasnya.
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Danau Cinta Walahar
Untuk mengunjungi Danau Cinta Walahar, pengunjung tidak akan dikenakan biaya tiket masuk.
Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir saja.
Danau Cinta Walahar buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 22.00 WIB.
Lokasi Danau Cinta Walahar
Danau Cinta Walahar berlokasi di Desa Walahar 2, Kutapohaci, Klari, Karawang, Jawa Barat.
Rekomendasi Oleh-oleh Khas Karawang
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut rekomendasi oleh-oleh khas Karawang:
1. Kue Semprong
Mencari oleh-oleh yang awet dan tahan lama tak ada salahnya memilih kue semprong khas Karawang.
Berbeda dari umumnya, kue semprong Karawang memiliki bentuk kerucut mirip cone es krim.
Tekstur kue semprongnya juga renyah jadi cocok untuk camilan selama di rumah.
Sementara untuk rasanya, koe semprong khas Karawang biasanya cenderung punya manis yang pas.
2. Opak Ketan
Sesuai namanya, opak ketan bahan dasar utamanya adalah beras ketan.
Sebelum menjadi opak, beras ketan melalui proses yang amat panjang sebelum akhirnya jadi camlian yang enak.
Biasanya opak ketan memiliki bentuk bulat dan punya tekstur yang renyah saat disantap.
Untuk rasanya opak ketan Karawang cukup unik karena punya perpaduan gurih dan manis sekaligus.
3. Bolu Kijing
Rekomendasi oleh-oleh Karawang selanjutnya adalah bolu kijing.
Disebut bolu kijing karena jajanan satu ini memang miripi seperti kijing, sejenis kerang hijau yang hidup di perairan air tawar.
Meski bernama bolu, jajanan satu ini awet dibawa pulang untuk jadi oleh-oleh,
Dikatakan demikian karena bolu kijing khas Karawang cenderung kering seperti biskuit.
Namun sedikit berbeda karena teksturnya renyah hanya pada bagian luar namun lembut di dalam.
4. Serabi Hijau
Pencinta jajanan tradisional rasanya kurang lengkap kalau ke Karawang tanpa membawa serabi hijau.
Serabi hijau khas Karawang ini cukup unik karena dibuat dengan ukuran yang cenderung kecil-kecil.
Selain itu bahan-bahan yang digunakan juga alami karena menggunakan daun suji.
Menariknya, serabi hijau khas Karawang juga disajikan dengan saus karamel yang terbuat dari gula Jawa.
Baca juga: Mengintip Sejarah Getuk Goreng Khas Sokaraja, Banyumas, Jateng, Resepnya Didapat Tanpa Sengaja
5. Kue Gonjing
Kue gonjing merupakan sebutan untuk jajanan tradisional Karawang yang mirip seperti bandros.
Bahan pembuatannya kue gonjing juga tak jauh beda yakni menggunakan kelapa dan tepung.
Namun bedanya, kue gonjing cenderung punya cita rasa manis dan legit saat disantap.
Selain itu tekturnya juga lebih lembut namun masih ada tekstur renyah dari parutan kelapa.
(TribunBekasi.com/Muhammad Azzam)(TribunTravel.com/mym)
Artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Danau Cinta Walahar Jadi Destinasi Wisata Baru di Karawang