TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang wanita Spanyol memicu kontroversi setelah mengklaim bahwa meneteskan air kencing ke matanya menyembuhkan miopia dan astigmatismenya.
Terapi urine atau uroterapi merupakan salah satu bentuk pengobatan alternatif yang dipopulerkan oleh naturopath asal Inggris John W. Armstrong pada awal abad ke-20.
Para pendukung bentuk terapi yang tidak biasa ini mempromosikan penggunaan urine manusia untuk tujuan pengobatan atau kosmetik.
Termasuk memijat kulit, atau gusi, dengan urine, dan bahkan meminumnya.
Baca juga: Video Viral di TikTok, Kucing Jadi Petugas Linmas Pemilu 2024, Pakai Seragam Hijau dan Topi
Namun, pengguna TikTok dan "asisten konselor metafisik" Suama Fraile mengklaim bahwa urine juga jauh lebih baik dalam mengobati masalah mata dibandingkan obat kimia yang diresepkan oleh kebanyakan dokter.
Wanita tersebut mengaku telah meneteskan air seni ke matanya setiap hari hingga menyembuhkan astigmatisme dan miopianya.
Dalam video TikTok yang beredar di media sosial, Suama Fraile menjelaskan bahwa obat tetes urine "bekerja lebih baik daripada obat konvensional,"
Ia menyebut, obat konvensional merupakan bahan kimia yang lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.
Untuk membuktikan efektivitas urine sebagai obat gangguan penglihatan, wanita tersebut merinci pengalaman pribadinya.
Baca juga: Viral Pose Kocak Komeng pada Surat Suara DPD Jabar, Ngaku Foto Selfie di Depan Rumah
"Saya akan menceritakan pengalaman saya, menuangkan urine ke mata saya di pagi dan malam hari menyembuhkan saya dari astigmatisme dan miopia," kata Suama Fraile.
"Ini wajar, lupakan obat-obatan, itu bahan kimia, dan itu mempengaruhi kesehatan," imbuhnya.
Suama mengatakan, agar terapi urine bisa memberikan efek, obat tetes urine harus dioleskan setiap hari, pagi dan sore.
Dia juga menyebutkan bahwa dia menggunakan "urine yang ditingkatkan" di malam hari, yang mungkin berarti urine pekat.
Seperti yang bisa dibayangkan, video tersebut mendapat banyak kritik di dunia maya, dan sebagian besar harus diakui memang benar.
Mempromosikan terapi urine dan mengoleskan urine ke tubuh dengan harapan mendapat manfaat darinya adalah satu hal, tetapi mendorong orang untuk melihatnya adalah hal yang berbeda.