Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Mengenal Day of the Dead, Perayaan Halloween di Meksiko yang Unik dan Penuh Warna

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Day Of The Dead merupakan perayaan Halloween yang terkenal dari Meksiko.

TRIBUNTRAVEL.COM - Day of the Dead merupakan perayaan Halloween yang terkenal dari Meksiko.

Perayaan Day of the Dead di Meksiko dilakukan saat momen Halloween untuk mengenang orang-orang yang telah meninggal.

Day Of The Dead merupakan perayaan Halloween yang terkenal dari Meksiko. (Flickr/ joey zanotti)

Menariknya, Day of the Dead mungkin juga menjadi festival Halloween paling berwarna di dunia.

Melansir The Travel, Senin (24/10/2022), Day of the Dead dirayakan mulai dari 31 Oktober hingga 2 November.

Baca juga: Serunya Rayakan Halloween di Halloween Horror Nights 10 Universal Studio Singapura

Tak hanya di dalam negeri, perayaan Day of the Dead juga dirayakan di seluruh dunia oleh orang keturunan negeri Sombrero.

Perayaan umumnya melibatkan keluarga dan teman yang berkumpul bersama untuk mengenang kehidupan orang-orang yang tidak lagi bersama mereka.

Selama momen ini, orang-orang Meksiko pergi ke kuburan, mendekorasi kuburan dengan warna-warna indah dan menghabiskan waktu bersama orang tercinta yang telah meninggal.

Day of the Dead memiliki arti penting bagi budaya Meksiko dan telah membuatnya terdaftar di antara Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Baca juga: 6 Taman Hiburan di Jepang yang Rayakan Halloween, dari Disneyland Tokyo hingga Legoland Japan Resort

Sejarah Day of the Dead

Sejarah Day of the Dead berawal dari orang-orang Aztec, yang sekarang menduduki Meksiko tengah.

Orang-orang ini menggunakan tengkorak untuk memperingati orang mati sejak 1.000 tahun lalu sebelum munculnya Day of the Dead.

Tengkorak, bahkan hingga hari ini, tetap menjadi simbol penting dalam tradisi untuk mengingat mereka yang telah meninggal.

Setelah kekaisaran Aztec ditaklukkan oleh Spanyol pada abad ke-16 , Katolik mempengaruhi perubahan tanggal perayaan All Saints Day dan All Souls Day pada 1 dan 2 November.

Tradisi menghormati orang mati pun akhirnya bercampur dengan kepercayaan Katolik tentang akhirat.

Tradisi ini telah ada selama sekira 3.000 tahun dan maish bertahan hingga kini yang kemudian dikenal sebagai Day of the Dead.

Para peserta Day Of The Dead biasanya melukis wajah mereka untuk melambangkan tengkorak. (Flickr/ Peyri Herrera)
Halaman
123