Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Kenang Peristiwa G30S, Kunjungi Lubang Buaya di Jakarta Timur yang Penuh Sejarah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Patung para pahlawan revolusi berdiri dengan latar belakang sebuah dinding setinggi 17 meter (melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia) dengan hiasan patung Garuda Pancasila di Monumen Pancasila Sakti.

Pada saat terjadinya pemberontakan, serambi rumah ini digunakan oleh gerombolan G30S sebagai tempat menawan dan menyiksa para perwira TNI sebelum akhirnya dibunuh dan dimasukan kedalam sumur maut.

Di dalam rumah ini, dapat dilihat diorama penyiksaan para korban perwira TNI yang diculik masih dalam keadaan hidup.

Mereka adalah Mayor Jendral TNI R. Soeprapto, Mayor Jendral TNI S. Parman, Brigjen TNI Soetojo Siswomihardjo dan Lettu Czi Pierre Andreas Tendean.

Diorama dibuat berdasarkan keterangan dari hasil cerita Berita Acara Pemeriksaan (BAP) para pelaku penyiksaan dan pembunuhan dalam sidang Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub), serta kesaksian dari Agen Polisi II Sukitman yang merupakan salah satu korban selamat dari peristiwa G30S.

Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

4. Pos Komando

Tidak jauh dari Rumah Penyiksaan, terdapat sebuah rumah kecil yang dijadikan sebagai Pos Komando.

Pada waktu meletusnya G30S tahun 1965, rumah ini dipakai oleh pimpinan gerakan yaitu Letkol Untung dalam rangka mempersiapkan penculikan terhadap tujuh Jendral TNI AD.

Pos Komando masih dipertahankan keasliannya sampai isi rumahnya pun sebagian besar masih asli seperti meja, kursi, almari, tempat tidur, mesin jahit, bufet dan balai (kamar depan).

5. Dapur Umum

Sama seperti Rumah Pos Komando, rumah yang menjadi dapur umum juga dipertahankan keasliannya mulai dari bentuk dan isi rumahnya sampai beberapa perabotan yang ada didalamnya.

Baca juga: 4 Tempat Wisata Sejarah di Jakarta untuk Napak Tilas Peristiwa G30S/PKI

6. Mobil-mobil Tua Peninggalan Pahlawan Revolusi

Terdapat sebuah truk besar dengan tulisan "PN. Artha Yasa". Truk model Dodge tahun 61 ini adalah replika kendaraan jemputan PN. Artha Yasa yang dirampas oleh pemberontak G30S di sekitar Jalan Iskandarsyah, daerah Blok-M, kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Setelah dicuri, truk tersebut digunakan oleh para pemberontak untuk menculik dan mengangkut Jenazah Brigjen D.I Panjaitan dari kediamannya menuju daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Kemudian terdapat mobil dinas yang pernah digunakan oleh Jendral TNI Ahmad Yani sewaktu menjabat menteri/panglima Angkatan Darat (1962-1965).

Ada pula mobil yang digunakan Soeharto dalam memimpin operasi penumpasan pemberontakan G30S.

Halaman
123