Alhasil Kastil Windsor yang semula pos militer berubah menjadi hunian keluarga kerajaan.
Baca juga: Raja Charles III Beri Catatan Tangan di Atas Peti Mati Ratu Elizabeth II, Apa Isinya?
Baca juga: 5 Fakta Unik Westminster Abbey, Tempat Pernikahan Kerajaan & Upacara Pemakaman Ratu Elizabeth II
Pemindahan tersebut dimulai pertama kali oleh Raja Henry I pada 1110 yang mengubah struktur bangunan dari kayu menjadi batu.
Kemudian dilanjutkan lagi oleh Henry III dengan memugarnya kembali dengan membangun kastil lebih besar dan mendesain apartemen kerajaan.
Sekitar 100 tahun kemudian, di bawah pimpinan Raja Edward III, kastil secara resmi dipindahkan dari pos militer ke istana gothic.
Pada 1348 Raja Edward III mengubah bangunan benteng di lingkungan atas menjadi apartemen tempat tinggal bagi para raja.
Setelah itu bangunan apartemen kembali dibangun oleh Charles II dan ditambah pada masa pemerintahan George IV.
Hal itu dilakukan agar apartemen-apartemen tersebut dapat digunakan juga oleh setiap tamu undangan negara selain raja.
Namun sayangnya pada 1992, peritistiwa kebakaran besar sempat melahap kemegahan Kastil Windsor.
Kebakaran dimulai di kapel Ratu Victoria sebelum akhirnya menyebar ke atap istana dan menghancurkan langit-langit aula kapel St George.
Beberapa ruangan dengan nilai histori tingga dikabarkan hancur hingga memakan biaya perbaikan yang cukup fantastis.
Tak hanya itu, dibutuhkan juga waktu sekitar 5 tahun untuk menyelesaikan kerusakan yang timbul akubat kebakaran.
Mengutip juga dari Britannica, Kastil Windsor rupanya memnempati lahan yang luasnya mencapai 5 hektare.
Di atas tanahnya berdiri dua kompleks bangunan berbentuk segi empat, yang dipisahkan oleh menara bulat.
Area bagian barat menara disebut bangsal bawah, sementara area sebelah timur disebut dengan bangsal atas.
Di bagian bangsal bawah meliputi Kapel St George dan Kapel Memorial Albert.
Baca tanpa iklan