Yogyakarta PPKM Level 2, Tempat Wisata Mulai Dibuka dan Anak-anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk

Editor: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGGUNAAN MASKER. Pesepeda menggunakan masker saat beraktivitas di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Senin (8/6/2020). Pemda DIY telah mengeluarkan aturan bagi warga wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan virus corona.

TRIBUNTRAVEL.COM - Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DI Yogyakarta mengalami penurunan dari level 3 menjadi level 2.

Hal itu termaktub dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor (Inmendagri) 53/2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali.

Dalam Inmendagri tersebut, sejumlah fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25 persen.

Namun, pengelola diharuskan mematuhi sejumlah ketentuan.

Baca juga: 7 Nasi Pecel Enak di Jogja untuk Sarapan, Pilih Nasi Merah atau Nasi Putih di Pecel Pincuk Patria

Di antaranya harus mengikuti protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Kesehatan maupun institusi terkait.

Kemudian wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

Ilustrasi suasana malam di Malioboro Yogyakarta (Flickr.com/Jorge Franganillo)

Untuk anak di bawah 12 tahun, saat ini diperbolehkan masuk di tempat wisata yang sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi dengan syarat didampingi orangtua.

Selain itu, Pemda DIY juga diminta menerapkan skema ganjil-genap di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata mulai Jumat pukul 12.00 sampai dengan Minggu pukul 18.00 waktu setempat.

Baca juga: Jogja Berstatus PPKM Level 2, Ini Daftar Syarat Masuk Kawasan Malioboro

Kabag Humas Biro Umum, Humas dan Protokol Setda DIY Ditya Nanaryo Aji menuturkan, Pemda DIY akan menindaklanjuti Inmendagri PPKM tersebut dengan menerbitkan Peraturan Gubernur DIY.

Pada intinya, Pemda DIY siap menjalankan amanat dalam Inmendagri tersebut.

"Pergubnya kan mengacu Inmendagri. Indemnadgri kan menyatakan tempat wisata boleh buka dengan kalasitas 25 persen dan memiliki PeduliLindungi," ucap Ditya.

Sementara itu, wisata pantai di Kabupaten Bantul mulai dibuka kembali per Rabu (20/10/2021).

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menjelaskan bahwa objek wisata yang dikelola pemerintah sudah mulai dilakukan uji coba buka per Rabu (20/10/2021).

"Mulai hari ini kita uji cobakan, karena amanah Ingub sudah boleh buka. Dan untuk menghindari kerugian, artinya orang masuk tidak membayar retribusi, maka karena sudah ada ketentuan yang memperbolehkan dibukanya objek wisata, ya kita lakukan operasional (TPR)," jelasnya.

Pun demikian, ia mengungkapkan bahwa belum semua obwis mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Namun sesuai dengan Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata DIY, bagi yang belum memiliki QR Code ataupun mengalami kesulitan sinyal dalam mengakses aplikasi PeduliLindungi, maka lokasi tersebut tetap dapat melakukan uji coba pembukaan tempat wisata.  

Baca juga: Selain Gudeg, 7 Kuliner Pagi di Jogja Ini Cocok jadi Pilihan Menu Sarapan

Pengunjung bersantai sembari menunggu matahari terbenam di Bukit Watugupit atau Bukit Paralayang, Minggu (31/3/2019). Tempat ini hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari pantai Parangtritis. (TRIBUNTRAVEL.COM/WAHID NURDIN)

"Kalau yang sudah punya QR Code berarti sudah boleh buka, tapi kalau belum, bahasanya Kepala Dinas Pariwisata Provinsi dalam surat edaran tersebut adalah uji coba," imbuhnya.

Ia membenarkan bahwa syarat dibukanya obyek wisata adalah dengan menerapkan aplikasi PeduliLindungi, tapi sampai saat ini masih ada obwis yang belum bisa memenuhinya.

Pun demikian, menurutnya, hal itu tidak semata-mata kesalahan dari pengelola obwis.

"Misalnya sudah mengajukan sejak lama, tapi tidak turun-turun, atau sudah mendapatkan QR Code tetapi di situ sinyal jelek sehingga tidak berfungsi," urainya.

Halaman
12